PPG UMC Bekali Dosen, Admin, LMS dan Guru Pamong

PPG UMC Bekali Dosen, Admin, LMS dan Guru Pamong

UMCPRESS.ID - Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Cirebon (FKIP UMC) menyelenggarakan kegiatanPembekalan Dosen, Admin LMS, dan Guru Pamong Calon Guru Gelombang 1 Semester 1 Tahun 2026. Acara berlangsung selama dua hari, pada 4–5 Februari 2026, bertempat di Luxton Hotel Cirebon.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UMC, Arif Nurudin, MT, yang didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr. Badawi; Wakil Rektor II, Dr. Dewi Nurdiyanti; dan Wakil Rektor III, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd. Hadir pula jajaran pimpinan FKIP UMC serta para peserta yang terdiri dari dosen, admin LMS, dan guru pamong.

Dalam sambutannya, Arif Nurudin menekankan bahwa pembekalan ini merupakan langkah strategis UMC untuk menyiapkan guru profesional yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan pedagogik dan etika profesional yang tinggi.

“Pembekalan ini adalah fondasi utama bagi calon guru untuk siap menghadapi tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis,” ujarnya.

Kegiatan selama dua hari ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta terkait prosedur akademik, penggunaan platform pembelajaran daring, serta peran strategis guru pamong dalam membimbing calon guru. Para peserta juga dibekali materi mengenai manajemen kelas, evaluasi pembelajaran, serta etika dan profesionalisme dalam praktik mengajar.

Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan guru. Ia menambahkan bahwa pembekalan ini diharapkan memperkuat sinergi antara dosen, admin LMS, dan guru pamong sehingga proses pendidikan profesi guru berjalan lebih efektif dan terstandarisasi.

Sementara itu, Kaprodi PPG UMC, Dr. Ikariya Sugesti, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa guru pamong memiliki peran penting dalam membimbing calon guru agar mampu mengimplementasikan teori yang diperoleh di kampus ke praktik pembelajaran di sekolah. “Peran guru pamong tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mentor yang mendorong pengembangan profesionalisme calon guru secara menyeluruh,” tuturnya.

Selain materi akademik, peserta juga mengikuti simulasi penggunaan Learning Management System (LMS) dan studi kasus terkait tantangan pembelajaran di kelas. Metode ini dirancang agar dosen dan guru pamong dapat memberikan bimbingan yang tepat, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan calon guru.

Kegiatan pembekalan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membentuk guru profesional yang tidak hanya cakap secara ilmu, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan modern.