UPI Bakal Kukuhkan Doktor Baru UMC di Bidang Pendidikan Dasar, Siapa Dia?

UMCPRESS.ID - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menjadi saksi lahirnya calon doktor baru dalam bidang pendidikan dasar. Widia Nur Jannah, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) yang konsisten meneliti dunia literasi matematika, bakal melaksanakan ujian terbuka promosi doktor pada Rabu, 27 Agustus 2025, di Auditorium Lantai 10, Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.
Penelitian yang diusung berfokus pada internalisasi literasi soal cerita dalam kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik di sekolah dasar Kota Cirebon, sebuah tema yang relevan dengan tantangan pendidikan dasar saat ini.
Dalam ujian terbuka tersebut, Widia Nur Jannah tampil sebagai promovenda dengan didampingi deretan profesor berkompeten. Prof. Dr. H. Tatang Herman, M.Ed. bertindak sebagai promotor, sementara Prof. Dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd. mendampingi sebagai co-promotor. Kehadiran para penguji pun menambah bobot akademis, di antaranya Prof. Dr. Mohamad Syarif Sumantri, M.Pd. sebagai penguji eksternal, serta Prof. Bachrudin Musthafa, M.A., Ph.D. sebagai penguji internal. Tak ketinggalan, Prof. Dr. Vismaia S. Damayanti, M.Pd. hadir sebagai anggota penguji, menegaskan ketatnya proses yang harus dilalui.
Topik penelitian yang diangkat Widia bukanlah hal sederhana. Literasi soal cerita sering kali menjadi tantangan bagi siswa sekolah dasar karena mengharuskan mereka menghubungkan teks naratif dengan konsep matematis.
Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa banyak siswa mampu menghitung, namun kesulitan memahami persoalan ketika disajikan dalam bentuk cerita. Dengan menekankan internalisasi literasi soal cerita, penelitian ini membuka jalan baru dalam membangun pemahaman yang lebih kuat terhadap matematika sejak dini.
Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMC, Norma Bastian M.Pd menyampaikan apresiasi tinggi kepada Widia Nur Jannah, M.Pd.
Ujian terbuka ini menambah deretan prestasi yang diraih Widia yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga membawa kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dasar di Indonesia, khususnya di Cirebon.
Dalam ujian terbuka yang diikuti Widia sebagai bagian dari perjalanan akademiknya menuju gelar doktor, Norma menuturkan, penelitian yang diangkat sangat kontekstual dan relevan dengan tantangan pendidikan saat ini.
“Penguasaan matematika bukan sekadar soal angka, tetapi juga soal bagaimana membentuk cara berpikir yang sistematis. Dengan integrasi literasi dalam soal cerita, hasil penelitian ini memberikan arah baru bagi pembelajaran matematika di sekolah dasar,” ujarnya.
Norma menegaskan bahwa pendekatan inovatif yang dilakukan Widia sejalan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai rumus dan perhitungan, tetapi juga ditantang memahami konteks kehidupan sehari-hari melalui soal cerita matematika. Menurutnya, model pembelajaran seperti ini akan melatih siswa berpikir kritis, analitis, serta lebih adaptif terhadap permasalahan nyata yang mereka hadapi di luar kelas.
“Pendidikan bukan hanya mencetak generasi yang pandai berhitung, melainkan membentuk pribadi yang cerdas, mampu memecahkan masalah, dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” lanjut Norma.
Ia pun menilai langkah Widia dalam meneliti integrasi literasi ke dalam pembelajaran matematika menjadi terobosan yang patut diapresiasi, terutama karena fokus kajian dilakukan di sekolah-sekolah dasar di Cirebon.
Bagi Norma, capaian akademik yang sedang ditempuh Widia lewat ujian terbuka ini bukan sekadar peneguhan status akademis menuju doktor, tetapi juga tonggak penting bagi pengembangan keilmuan di bidang pendidikan dasar.