Bangun Akademik dan Spiritual, UMC Resmi Gelar Pesantren Mahasiswa
UMCPRESS.ID - niversitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menegaskan komitmennya dalam pembinaan karakter mahasiswa melalui pembukaan Pesantren Mahasiswa, Senin (12/01/26).
Program ini menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa baru yang difokuskan pada penguatan keislaman, pembentukan karakter, serta penanaman nilai-nilai Muhammadiyah sejak awal masa perkuliahan. Sebanyak 125 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
Kegiatan pembukaan pesantren mahasiswa dihadiri oleh Rektor pertama Universitas Muhammadiyah Cirebon, Prof. Dr. Ir. H. Murasa Sarkaniputra. Dalam tausiyahnya, Prof. Murasa menekankan bahwa masa perkuliahan merupakan fase strategis dalam membangun fondasi keilmuan dan kepribadian mahasiswa. Ia mengajak para peserta untuk menyeimbangkan pencapaian akademik dengan penguatan iman dan akhlak.
Menurut Prof. Murasa, mahasiswa yang sukses bukan hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan menjaga integritas moral dan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial. Ia menilai integrasi antara ilmu, iman, dan akhlak menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Cirebon, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren mahasiswa merupakan salah satu kekhasan perguruan tinggi Muhammadiyah. Ia secara resmi membuka kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya peran pesantren dalam proses pembentukan karakter mahasiswa.
“Keberadaan pesantren menjadi pembeda utama kampus Muhammadiyah dengan perguruan tinggi lainnya,” ujar Bagus. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan pesantren sebagai ruang pengenalan nilai-nilai Muhammadiyah secara utuh, baik dari aspek ideologi, gerakan, maupun praktik keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK) UMC, Novan Hardiyanto, S.Pd.I., M.M, turut memberikan pemaparan terkait peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. Ia mengajak para mahasantri menjadikan pesantren mahasiswa sebagai sarana pembinaan diri dan penguatan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam progresif.
Sementara itu, Ketua Bidang Pesantren UMC, M. Aziz Husnarrijal, S.Th.I., M.Pd, menjelaskan bahwa pesantren mahasiswa UMC kini dikembangkan dengan konsep pembinaan yang lebih relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini. Pembaruan tersebut mencakup sistem, metode, dan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Pesantren mahasiswa UMC saat ini hadir dengan sistem baru dan konsep pembinaan yang lebih matang serta adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa di era modern,” katanya.
Dukungan terhadap pelaksanaan pesantren mahasiswa juga ditunjukkan oleh Dekan Fakultas Teknik UMC yang hadir memberikan motivasi kepada peserta. Ia menekankan bahwa penguatan spiritual dan karakter merupakan fondasi penting bagi mahasiswa sains dan teknologi agar ilmu yang dikuasai dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.