Dr. Endah Hadirkan Solusi Baru Bank Sampah Aisyiyah

Bank Sampah Aisyiyah meluncurkan alat pirolisis dan pencacah sampah untuk solusi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi umat, disaksikan akademisi UGM, menegaskan peran inovasi berbasis masyarakat.

Dr. Endah Hadirkan Solusi Baru Bank Sampah Aisyiyah

UMCPRESS.ID - Bank Sampah Aisyiyah Kabupaten Cirebon kembali menghadirkan terobosan penting dalam upaya pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat. Dipimpin langsung oleh ketuanya, Dr. Endah Nurhawaeny Kardiyati, SE., M.Si., Akt., CA., bank sampah yang selama ini dikenal aktif menggerakkan kesadaran lingkungan itu meluncurkan alat pirolisis terbaru yang mampu mengubah sampah menjadi sumber energi alternatif.

Acara peluncuran yang berlangsung hari ini turut dihadiri oleh dua akademisi terkemuka dari Universitas Gadjah Mada (UGM), yakni Prof. Karna Wijaya dan Dr. Ir. Muhammad, yang sekaligus memberikan dukungan ilmiah dan teknis terhadap inovasi tersebut.

Dalam momentum yang penuh antusiasme itu, baik Dr. Endah maupun Prof. Karna mendemonstrasikan langsung cara kerja alat pirolisis di hadapan para tamu undangan. Suasana riuh penuh rasa kagum muncul ketika asap putih yang dihasilkan dari proses pirolisis kemudian dikonversi menjadi energi yang dapat dimanfaatkan.

Bagi sebagian besar hadirin, pertunjukan ini tidak hanya menghadirkan bukti nyata tentang potensi teknologi ramah lingkungan, tetapi juga membuka harapan baru bahwa persoalan sampah bisa diselesaikan melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif.

Selain pirolisis, Bank Sampah Aisyiyah juga memperkenalkan alat pencacah sampah yang berfungsi mempercepat proses daur ulang. Kehadiran dua perangkat ini semakin mempertegas komitmen Bank Sampah Aisyiyah untuk tidak sekadar menjadi tempat penampungan, melainkan pusat inovasi yang mampu melahirkan solusi praktis atas problem lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah.

Dr. Endah menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya sebatas proyek teknologi, melainkan wujud nyata dari semangat pemberdayaan ekonomi umat. “Kami ingin masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai masalah, tetapi sebagai sumber daya yang bernilai. Inilah jalan untuk menguatkan ekonomi ummat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, Prof. Karna Wijaya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Bank Sampah Aisyiyah. Ia menilai bahwa keberhasilan melahirkan alat pirolisis di tingkat lokal adalah bukti bahwa kerja sama antara masyarakat dan akademisi dapat menghasilkan karya yang membanggakan.

“Teknologi ini sederhana namun berdampak besar. Jika dikelola dengan baik, tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga dapat menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan. Bank Sampah Aisyiyah telah menunjukkan arah baru dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” ungkapnya.

Dr. Ir. Muhammad dari UGM menambahkan bahwa pengembangan alat ini sangat mungkin ditingkatkan skalanya untuk menjawab kebutuhan yang lebih luas. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dengan komunitas masyarakat seperti Bank Sampah Aisyiyah menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan benar-benar menyentuh kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan bahwa teknologi semacam ini bisa menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia yang tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah.

Bagi Dr. Endah, kiprah Bank Sampah Aisyiyah memang bukan hal baru. Sebagai seorang dosen D3 Humas Fisip Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), ia kerap memadukan keilmuannya dengan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program bank sampah, ia tidak hanya menanamkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membangun jaringan sosial yang produktif. Kini, dengan hadirnya teknologi pirolisis dan pencacah sampah, perjuangan itu memasuki babak baru yang lebih menjanjikan.

Peluncuran alat pirolisis Bank Sampah Aisyiyah bukan sekadar seremoni. Ia menjadi simbol kebangkitan kesadaran kolektif bahwa sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Lebih dari itu, inovasi ini memperlihatkan bagaimana semangat akademisi, masyarakat, dan lembaga sosial dapat berpadu dalam sebuah gagasan besar: menjadikan sampah sebagai jalan menuju kemandirian energi sekaligus pemberdayaan ekonomi umat.

langkah progresif ini, kata Dr. Endah bahwa Bank Sampah Aisyiyah menegaskan diri sebagai pionir gerakan lingkungan dan sosial di tingkat daerah yang karyanya bisa menginspirasi nasional. Inovasi yang lahir dari kesederhanaan, namun menyimpan potensi besar bagi masa depan pengelolaan sampah Indonesia.