UMC dan UMP Dorong Internalisasi Budaya di Sekolah Dasar
UMCPRESS.ID - Revitalisasi budaya di lingkungan Sekolah Dasar (SD) bukan sekadar mengenakan baju adat atau menghafal lagu daerah. Lebih dari itu, upaya ini merupakan strategi fundamental untuk menjadikan nilai-nilai luhur sebagai fondasi pembentukan karakter anak sejak dini. Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional “Internalisasi Nilai Budaya dan Karakter melalui Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar” yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Rabu (21/1/2026), yang dirangkai dengan kegiatan Benchmarking Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).

Dalam forum akademik tersebut, Wakil Rektor III UMC, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd., menegaskan bahwa guru SD harus berperan sebagai agen budaya sekaligus teladan karakter.
Menurut Dosen Prodi PGSD ini, kurikulum yang kuat harus diiringi dengan kompetensi pedagogik dan sensitivitas budaya guru.
“Karakter anak tumbuh dari apa yang mereka lihat dan alami setiap hari di sekolah,” ujarnya.
Seminar nasional yang berlangsung di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP ini diikuti ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, guru, serta pemerhati pendidikan dasar. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog strategis untuk menjawab tantangan lunturnya nilai budaya di tengah derasnya arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital pada dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono, M.Si., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sekolah dasar memiliki peran krusial dalam membangun karakter generasi muda. Ia menekankan bahwa pendidikan di tingkat dasar tidak cukup berorientasi pada capaian akademik semata, melainkan harus mampu menanamkan nilai moral, etika, dan budaya secara berkelanjutan. “Sekolah adalah ruang pembentukan manusia, bukan hanya tempat transfer pengetahuan,” tegasnya.
Sementara itu, Dr. Lia Mareza, S.Sn., M.A., dosen PGSD UMP, menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai sarana internalisasi nilai budaya. Menurutnya, pembelajaran yang bermakna memungkinkan peserta didik memahami esensi nilai, merefleksikannya, serta mengaitkannya dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Budaya harus hadir dalam proses belajar yang kontekstual, bukan sekadar materi hafalan,” jelasnya.

Seminar ini dipandu oleh Sri Muryaningsih, M.Pd. sebagai moderator dan diwajibkan bagi mahasiswa PGSD Semester 1. Ketua Program Studi PGSD UMP, Aji Heru Muslim, M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun kesadaran calon guru sejak awal tentang peran strategis mereka sebagai pendidik karakter. “Menjadi guru SD berarti memikul tanggung jawab besar dalam menjaga nilai budaya dan masa depan bangsa,” ujarnya.
Melalui seminar nasional ini, PGSD UMP menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pendidikan dasar yang berakar pada budaya lokal, adaptif terhadap perubahan zaman, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik secara utuh dan berkelanjutan.