Ramadhan Mengalirkan Kepedulian: FKIP UMC Bersama Mahasiswa PPG Calon Guru 2026 Tebar Berkah

Ramadhan Mengalirkan Kepedulian: FKIP UMC Bersama Mahasiswa PPG Calon Guru 2026 Tebar Berkah

UMCPRESS.ID - Ramadhan selalu menghadirkan ruang refleksi bagi setiap insan. Pada bulan yang sarat berkah ini, nilai-nilai kemanusiaan seakan menemukan jalannya untuk tumbuh dan bersemi. Semangat itulah yang mendorong keluarga besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menapaki jalan pengabdian dengan menggelar kegiatan bakti sosial pada Ahad, 8 Maret 2026. 

Penggagas kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UMC, Dr. Ikariya Sugesti menuturkan bahwa Ramadhan 1447 Hijriah merupakan momentum yang tepat untuk menghadirkan dakwah dalam bentuk nyata. Menurutnya, dakwah Muhammadiyah tidak hanya hadir dalam ceramah dan mimbar, tetapi juga dalam tindakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

“Ramadhan menjadi momentum penting untuk mengimplementasikan wujud dakwah Muhammadiyah, yakni berbagi kepada sesama. Dalam tradisi kemanusiaan Muhammadiyah, share and care adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Berbagi adalah cara kita merawat kepedulian,” ujar Ikariya.

Ia juga mengapresiasi mahasiswa PPG Calon Guru 2026 yang ikut membantu jalannya kegiatan  berbagi dengan masyarakat sekitar. Selain itu, kata ikariya, hajatan ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan telah menjadi tradisi baik yang terus dirawat di lingkungan FKIP UMC. Tradisi itu tumbuh dari kesadaran bahwa perguruan tinggi tidak boleh terpisah dari denyut kehidupan masyarakat.

Di halaman kampus yang menjadi titik berkumpul kegiatan, para mahasiswa PPG Calon Guru 2026 itu tampak bersemangat dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Paket bantuan disiapkan, lalu disalurkan kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Senyum para penerima bantuan menjadi pemandangan yang tak ternilai, seolah menjadi bahasa universal tentang arti kepedulian.

Sementara itu, Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari upaya membangun karakter pendidik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai empati dan kepedulian kepada mahasiswa sebagai calon guru masa depan. Guru, kata dia, bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga agen kemanusiaan yang hadir untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin meneguhkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya melahirkan kecerdasan intelektual, tetapi juga melahirkan hati yang peka. Seorang pendidik harus mampu merasakan denyut kehidupan masyarakat dan hadir memberi solusi,” ungkap Fikriyah.

Bakti sosial Ramadhan yang digelar FKIP UMC itu pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan berbagi. Ia menjelma sebagai pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan. Sebab di sanalah pendidikan menemukan makna paling hakikinya: mencerdaskan kehidupan sekaligus memanusiakan manusia.