Dekan FKIP UMC: Pendidikan Jadi Soft Diplomacy Hubungan RI-Australia
UMCPRESS.ID - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus berkomitmen melakukan akselerasi keunggulan melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Langkah strategis ini ditegaskan dalam Webinar Diplomat Talk yang diselenggarakan oleh UMC Press berkolaborasi dengan PPG UMC, Telkom University dan sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyah (PTMA) bertajuk "Unboxing 77 Tahun Relasi Indonesia-Australia" pada Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, menekankan bahwa di tengah dinamika global yang tidak menentu, semangat kolaborasi lintas negara menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas dan kemakmuran bersama. Ia menyampaikan rasa hormat atas kehadiran Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Dr. Siswo Pramono, yang hadir memberikan pencerahan kepada civitas akademika UMC.
"Kolaborasi lintas negara ini sangat penting. Namun, di balik angka perdagangan yang impresif, kami di FKIP meyakini bahwa fondasi terkuat dari hubungan ekonomi yang berkelanjutan adalah investasi SDM melalui pendidikan" ujarnya usai Rapat Peninjauan VMTS dan Penyusunan Renstra FKIP dan Prodi UMC, Kamis (7/05).
Lebih lanjut, Dr. Fikriyah menjelaskan bahwa Muhammadiyah secara nyata telah berkontribusi dalam mempererat hubungan kedua negara melalui investasi pendidikan. Salah satu bukti konkretnya adalah berdirinya Muhammadiyah Australia College (MAC) di Victoria, yang merupakan satu-satunya sekolah formal milik Muhammadiyah di Benua Kanguru tersebut. Kehadiran MAC menjadi simbol diplomasi pendidikan yang memperkuat posisi Indonesia di mata internasional.
Menurutnya, penguatan literasi dan kompetensi pedagogis berstandar global merupakan misi utama FKIP UMC dalam menyiapkan generasi muda. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan kerja, tetapi juga mampu berperan sebagai jembatan pemahaman budaya yang lebih mendalam antara Indonesia dan Australia. Hal ini krusial untuk meminimalisir sekat-sekat perbedaan di masa depan.
Menutup sambutannya, Dr. Fikriyah mengapresiasi para mahasiswa PPG dan Prodi-Prodi di FKIP UMC yang telah memanfaatkan momentum langka ini. Ia berharap wawasan yang dibagikan telah Dubes RI di Canberra dapat memantik semangat mahasiswa untuk berwawasan global tanpa melupakan akar budaya bangsa.
"Manfaatkan momentum baik ini untuk mendapatkan pengetahuan berharga. Akselerasi keunggulan fakultas tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif mahasiswa dalam menyerap ilmu dari para pakar dan praktisi kelas dunia," pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi FKIP UMC untuk terus menelurkan program-program internasionalisasi yang sejalan dengan visi universitas dalam mencetak lulusan yang unggul, islami, dan berdaya saing global.