FKIP UMC Gelar International Visiting Scientist: Jembatani Teknologi dan Inovasi Pendidikan
UMCPRESS.ID - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sukses menggelar agenda akademik internasional bertajuk International Visiting Scientist in Education and Technology pada Sabtu (25/04). Acara yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini mengangkat tema besar "Innovation in Education: Bridging Technology and Pedagogy for Future Teachers". Langkah ini diambil sebagai upaya fakultas dalam membekali para calon pendidik dengan wawasan global, khususnya terkait integrasi teknologi mutakhir dalam dunia pengajaran yang terus berkembang pesat.

Rektor UMC, Arif Nurudin MT, menyambut hangat kehadiran dua akademisi dari Malaysia tersebut sebagai perwujudan kolaborasi internasional yang sangat baik. Dalam sambutannya, Arif memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif FKIP yang dinilai proaktif dalam memperkuat jejaring akademik lintas negara. Menurutnya, kehadiran Prof. Anton Satria Prabuwono dan Prof. Dr. Nordin Mamat memberikan nilai tambah strategis bagi universitas dalam memahami tren pendidikan global, terutama terkait integrasi AI dan pedagogi modern.
Lebih lanjut, Arif memuji langkah konsisten FKIP yang terus membangun sinergi dan kolaborasi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan institusi dari "Tanah Jiran" ini merupakan bagian dari upaya besar UMC untuk menjadi universitas yang unggul dan diakui secara global.
"Semangat kolaborasi ini terus dijaga guna menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan FKIP UMC di kancah internasional," harap Arif.

Sementara itu, Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, M.A., pun memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Fikriyah menyatakan bahwa menghadirkan ilmuwan internasional merupakan strategi penting untuk memperluas cakrawala akademik civitas akademika UMC.
Melalui diskusi intensif ini, kata Fikriyah, para mahasiswa dan dosen dapat mengadopsi perspektif baru dalam mengembangkan model pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berbasis teknologi guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan paparan pertama oleh Prof. Anton Satria Prabuwono, Ph.D. dari Universiti Teknologi Petronas. Ia mempresentasikan materi berjudul "AI Driven E-Learning and Web Accessibility for Students with Special Needs".

Dalam penjelasannya, Prof. Anton menekankan betapa krusialnya peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam menciptakan platform pembelajaran yang inklusif, sehingga akses pendidikan berkualitas dapat menjangkau siswa dengan kebutuhan khusus tanpa hambatan teknis.
Sesi berikutnya oleh Prof. Dr. Nordin Mamat, Ph.D. dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) yang mengulas topik "Innovation in Education: Bridging Technology and Future Pedagogy for Future Teachers". Menurutnya, tantangan guru masa depan bukan sekadar mengoperasikan alat digital, melainkan bagaimana menyelaraskan teknologi tersebut dengan metode pedagogi yang tepat. Menurutnya, inovasi pendidikan harus mampu menjembatani kesenjangan antara kemajuan perangkat keras dengan kesiapan mentalitas serta strategi mengajar para guru di ruang kelas.
Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini diikuti secara antusias oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan akademisi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga memperkuat posisi FKIP UMC sebagai lembaga pendidikan yang proaktif dalam menjalin kemitraan internasional. Dengan suksesnya agenda ini, FKIP UMC berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa guna mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan tetap memiliki kedalaman nilai pedagogis yang kuat.