UMC Hadiri Workshop SEAMOLEC: Bahas Perangkat Ajar untuk Impelementasi Deep learning
UMCPRESS.ID - Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) resmi menggandeng jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dalam upaya transformasi mutu pendidikan tinggi. Kolaborasi ini diwujudkan melalui Workshop Penyusunan Perangkat Ajar untuk Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam yang dibuka pada Selasa (21/4/2026).
Kegiatan strategis yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (23/4/2026) tersebut dipusatkan di kompleks Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Agenda ini menjadi momentum krusial bagi para akademisi untuk merumuskan ulang metode pengajaran di era digital.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Dr. Hj. Fikriyah, M.A., menyatakan bahwa keikutsertaan PTM dalam workshop ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Fokus utamanya adalah mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga adaptif dan inovatif.
"Workshop ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam menyiapkan SDM yang memiliki daya saing global. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur SEAMOLEC, Cahya Kusuma Ratih, yang telah mengajak UMC menjadi bagian dari kegiatan penting ini," ujar Fikriyah.
UMC sendiri mengirimkan dua delegasi ahli untuk merumuskan perangkat ajar tersebut, yakni Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dila Charisma, M.Pd., serta Kaprodi PG-PAUD, Dr. Cucu Sopiah, M.Pd.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Cucu Sopiah menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning approach) sangat relevan untuk pendidikan anak usia dini dan dasar. Menurutnya, perangkat ajar yang disusun harus mampu memicu nalar kritis mahasiswa agar nantinya mereka dapat menerapkan hal serupa saat terjun ke dunia pendidikan.
"Kami berupaya menyusun modul yang tidak hanya mengejar ketuntasan materi, tetapi lebih kepada penguasaan konsep secara mendalam. Ini sangat krusial bagi calon pendidik PAUD agar mereka memiliki fondasi pedagogik yang kuat," jelas Cucu.

Senada dengan hal tersebut, Dila Charisma menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam perangkat ajar bahasa Inggris. Ia menyebutkan bahwa pendekatan yang diusung SEAMOLEC memungkinkan sinkronisasi antara konten lokal dengan standar kompetensi internasional.
"Melalui workshop ini, kami mendesain kurikulum yang memungkinkan mahasiswa belajar secara kolaboratif. Tujuannya agar mereka bisa lebih luwes dalam menghadapi perubahan industri yang sangat cepat," tambah Dila.
Keterlibatan UMC merupakan bagian dari konsorsium besar PTM yang memiliki komitmen serupa dalam transformasi pendidikan. Sejumlah perguruan tinggi yang turut hadir dalam kegiatan ini antara lain:
-
Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
-
Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)
-
Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh)
-
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBO)
-
Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS)

Berdasarkan jadwal yang dihimpun, rangkaian kegiatan hari pertama dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 10.00 WIB. Setelah jeda istirahat siang (ISHOMA), acara dibuka secara resmi pada pukul 13.00 WIB dengan sambutan dari Manager CPMP dan Direktur SEAMOLEC, Cahya Kusuma Ratih.
Selama tiga hari ke depan, para peserta akan mengikuti sesi intensif mengenai pengembangan konten digital dan metode asesmen yang mendukung deep learning. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan standar baru perangkat ajar yang dapat diimplementasikan di seluruh jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.