Membangun Spirit of Excellence: UMC Dorong Transformasi Kampus Melalui Nilai Ilmu, Amal, dan Ihsan

Membangun Spirit of Excellence: UMC Dorong Transformasi Kampus Melalui Nilai Ilmu, Amal, dan Ihsan

UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sukses menggelar Pengajian dan Pembinaan Dosen serta Tenaga Kependidikan dengan tema "Ilmu, Amal, dan Ihsan: Membangun Spirit of Excellence di UMC", Jum'at (29/05). Pengajian ini bertujuan memupuk budaya peduli dan melayani guna memacu universitas mencapai Akreditasi Unggul yang bermakna serta memberikan dampak nyata.

Agenda pembinaan ini menghadirkan Guru Besar Telkom University, Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si., sebagai pembicara utama. Beliau menekankan bahwa dunia sedang mengalami perubahan drastik yang menuntut institusi perguruan tinggi untuk segera bertransformasi. Beberapa tantangan global utama yang digariskan termasuk krisis iklim, disrupsi digital dan kecerdasan buatan (AI), ketimpangan sosial, ekonomi berbasis pengetahuan, isu kesehatan mental, serta risiko keamanan data.

"Sistem bisa dibangun dan teknologi bisa dibeli, tetapi budaya unggul (culture of excellence) harus ditumbuhkan. Transformasi universitas bukan sekadar perubahan sistem, melainkan transformasi cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani," jelas Prof. Adiwijaya dalam pemaparannya.

Prof Adiwijaya tutut mendedahkan beberapa faktor utama yang sering menghambat transformasi kampus. Di antaranya adalah belenggu pemikiran lama (zona nyaman), budaya kerja silo yang melemahkan kolaborasi antarunit, pemahaman akreditasi yang sekadar bersifat dokumentasi administratif, serta pengelolaan data dan literasi digital sumber daya manusia yang belum merata.

Sebagai solusi, UMC memperkenalkan formula praktikal budaya unggul yang berpijak pada tiga tonggak utama: Ilmu (sebagai pemberi arah), Amal (menghadirkan kerja nyata), dan Ihsan (memberikan kualitas dan nilai ibadah). Formula ini diterjemahkan ke dalam tiga sikap kerja seharian, yaitu empati terhadap kebutuhan, budaya melayani yang memudahkan, serta orientasi kerja yang menghasilkan dampak kemaslahatan.

Transformasi ini akan dilaksanakan secara menyeluruh menerusi pemantapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sektor pembelajaran akan difokuskan pada pembentukan karakter dan akhlak mulia. Sektor penelitian diarahkan untuk menghasilkan inovasi yang menjadi solusi masyarakat, sedangkan program pengabdian masyarakat wajib memberikan dampak yang mendukung Matlamat Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Bagi memastikan keberlanjutan agenda ini, UMC berkomitmen memperkuat tata kelola yang transparan, berbasis data, serta sistem layanan digital yang cepat dan ramah pengguna. Melalui integrasi ini, setiap keputusan institusi dijamin lebih akuntabel dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Rektorat UMC Arif Nurudin MT pun menegaskan bahwa transformasi universitas ini tidak akan berhasil tanpa komitmen pribadi dari seluruh warga kampus. Perubahan yang konsisten dari setiap individu—mencakup dosen, tenaga kependidikan, dan pihak manajemen—diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru yang akhirnya melahirkan budaya mutu dan meraih kepercayaan penuh dari masyarakat.

Budaya keunggulan ini diharapkan dapat menempatkan UMC sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka yang melahirkan dampak abadi bagi pembangunan bangsa.