FISIP UMC Awali Program Abdimas 2026 dengan Sosialisasi di Desa Trijaya dan Desa Slangit

FISIP UMC Awali Program Abdimas 2026 dengan Sosialisasi di Desa Trijaya dan Desa Slangit

UMCPRESS.ID - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) resmi memulai rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Tahun 2026 melalui kegiatan sosialisasi program yang dilaksanakan di dua desa binaan. Sosialisasi pertama dilaksanakan pada 5 Juli 2026 di Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, sedangkan sosialisasi kedua berlangsung pada 6 Juli 2026 di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan sosialisasi menjadi tahapan awal pelaksanaan program sebelum memasuki agenda pendampingan masyarakat yang akan berlangsung hingga akhir Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim dosen dan mahasiswa FISIP UMC memperkenalkan tujuan, ruang lingkup, serta rencana program kerja yang akan dilaksanakan bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Program Abdimas FISIP UMC Tahun 2026 mengusung tema "Penguatan Komunikasi Pariwisata, Budaya, dan UMKM Berbasis Digital untuk Mendukung Pengembangan Desa Berkelanjutan." Tema ini menjadi wujud komitmen FISIP UMC dalam mendukung pengembangan potensi desa melalui pendekatan komunikasi, pemanfaatan media digital, serta pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.

Pelaksanaan Abdimas tahun ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan yang telah dilakukan FISIP UMC sejak tahun 2023 melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) Pengabdian Desa. Dengan keberlanjutan tersebut, kegiatan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program jangka pendek, tetapi juga memperkuat hasil-hasil pendampingan yang telah dicapai bersama masyarakat desa binaan.

Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, tim Abdimas FISIP UMC telah melakukan survei lapangan dan pemetaan kebutuhan masyarakat (mapping) pada 27–28 Juni 2026. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menyusun program kerja yang disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi masing-masing desa.

Di Desa Trijaya, Kabupaten Kuningan, program pendampingan akan difokuskan pada penguatan komunikasi potensi desa, pengembangan promosi wisata dan budaya lokal, serta peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan di lokasi ini didampingi oleh Yusuf Sapari, M.Si. dan Sastra Abijaya, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan bersama 15 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi.

Sementara itu, di Desa Slangit, Kabupaten Cirebon, program serupa akan dikembangkan dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat. Pendampingan dilaksanakan oleh Agus Rianto, M.Si. dan Ahmad Yusron, M.Si. bersama 16 mahasiswa peserta Abdimas yang akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat selama proses pelaksanaan program.

Koordinator Program Abdimas FISIP UMC, Ida Ri'aeni, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi dan kesepahaman antara tim pengabdi dengan pemerintah desa serta masyarakat sebagai mitra utama pelaksanaan program.

"Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan bahwa seluruh program yang akan dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Abdimas bukan sekadar kegiatan mahasiswa di desa, tetapi merupakan proses pendampingan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam membangun potensi desa secara berkelanjutan," ujarnya.

Program Abdimas FISIP UMC melibatkan dosen dan mahasiswa dalam berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pendampingan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi digital, produksi konten promosi desa, publikasi potensi lokal, hingga dokumentasi dan evaluasi program. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung selama periode 27 Juni hingga 31 Juli 2026.

Dekan FISIP UMC, Drs. H. Subhan, M.Si., menyampaikan bahwa Program Abdimas merupakan implementasi nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan dosen dan mahasiswa di desa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, serta inovasi komunikasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Melalui Program Abdimas ini, kami berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat semakin kuat. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat, sementara desa mendapatkan pendampingan yang dapat mendukung pengembangan komunikasi pariwisata, budaya, dan UMKM berbasis digital secara berkelanjutan," ungkapnya.

Tanggapan dari pemerintah desa setempat menyambut baik program tersebut. Dengan dimulainya kegiatan sosialisasi di Desa Trijaya dan Desa Slangit, FISIP UMC optimis seluruh rangkaian Program Abdimas Tahun 2026 dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan dampak positif bagi penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan potensi lokal, dan peningkatan kualitas kolaborasi antara perguruan tinggi dengan desa binaan