Menelan Kritik Menjadi Nutrisi: Resep Zero to Hero ala Kang Ateng Sutisna

Menelan Kritik Menjadi Nutrisi: Resep Zero to Hero ala Kang  Ateng Sutisna

UMCPRESS.ID - Di tengah hiruk-pikuk dunia politik yang kerap dipandang kaku, Ir. H. Ateng Sutisna, MBA, hadir membawa warna yang berbeda. Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKS ini tampil bukan sekadar sebagai legislator, melainkan sebagai sosok "petarung" yang telah kenyang makan asam garam dunia kewirausahaan.

Dalam bincang hangat bertajuk "The Entrepreneur Talk: From Zero to Hero" yang digelar Podcast UMC Press berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Kamis (7/5), pria yang akrab disapa Pak Haji Ateng ini membedah resep suksesnya yang tidak instan.

Mentalitas "Siap" dan Nutrisi Kritik

Bagi Ateng, kesuksesan tidak lahir dari ruang hampa. Ia menekankan bahwa keberhasilan kariernya berakar pada kedisiplinan dan keberadaan mentor. Alumnus Kehutanan IPB University ini mengenang bagaimana dosen pembimbingnya menjadi "kawah candradimuka" yang membentuk mentalitas bajanya.

"Kadang dimarahi, dicecar pertanyaan tidak enak, tapi saya telan itu sebagai nutrisi motivasi. Jangan bilang tidak, jangan mengeluh lelah. Setiap tugas saya jawab: Siap!" kenang Ateng.

Sikap pantang menyerah ini pula yang membawanya membangun imperium bisnis di bawah bendera PT Sarbi Moerhani Lestari. Dari seorang konsultan muda, ia kini menahkodai lebih dari 2.000 karyawan. Baginya, menjadi pengusaha adalah jalan mulia untuk berbagi rezeki lebih luas dibandingkan sekadar menjadi pegawai kantoran.

Menebus Kecewa dengan Bakti

Kisah hidup Ateng juga diwarnai dinamika keluarga yang menyentuh. Ayahnya semula bermimpi sang putra menjadi abdi negara (PNS). Pilihan Ateng terjun ke dunia swasta sempat memicu kekecewaan sang ayah hingga keluar kata-kata yang menyakitkan.

Namun, Ateng memilih "diam yang produktif". Ia membuktikan pilihannya dengan kerja keras hingga mampu menghantarkan kedua orang tuanya naik haji dan memberikan kehidupan yang layak. Sebuah pembuktian yang akhirnya berbuah pengakuan tulus dan rasa bangga dari sang ayah.

"Pesan saya untuk anak muda: jangan cepat baper. Apa kata orang tua, iyakan saja. Jadikan kata-kata yang kurang tepat sebagai bensin untuk bangkit," ujarnya sambil berkelakar bahwa saat sukses tiba, kerabat yang jauh pun biasanya akan datang mengaku saudara.

Misi Besar di Senayan: Mencetak Petarung Mandiri

Sebagai legislator yang mewakili Dapil Jabar IX (Sumedang, Majalengka, Subang), Ateng membawa misi besar ke Komisi XII DPR RI. Ia menyoroti minimnya jumlah pengusaha asli Indonesia di tengah melimpahnya sumber daya alam.

Menurutnya, Indonesia hanya bisa menjadi negara maju jika rasio pengusahanya tinggi. Ia mendorong perguruan tinggi untuk memperbanyak kelas entrepreneurship guna mencetak generasi yang inovatif, bukan generasi yang manja.

"Kuliah ini jembatan, bukan akhir. Ingat wajah orang-orang tercinta yang menanti kesuksesan kalian di rumah," pesannya dengan nada emosional.

Rekam Jejak Tanpa Celah

Daftar riwayat hidup Ateng Sutisna adalah potret dedikasi tanpa henti. Selain mengelola belasan perusahaan di bidang kehutanan, pembibitan, hingga sertifikasi, ia juga aktif mendirikan berbagai yayasan sosial seperti Yayasan Sarbi Recycling Corporate dan LAZIS Wakaf BAS pada tahun 2026 ini.

Secara akademis, ia adalah pembelajar sejati yang baru saja merampungkan gelar S2 Administrasi Publik di UMS (2026), melengkapi gelar MBA yang diraihnya tiga dekade silam. Penghargaan sebagai salah satu dari 100 Kontributor Wajib Pajak Tertinggi pada 2024 menjadi bukti nyata bahwa ia adalah pengusaha yang taat azas dan berintegritas.

Kini, di kursi Senayan, "Sang Navigator Rimba" ini berkomitmen untuk memastikan setiap kebijakan energi dan investasi di Indonesia benar-benar berpihak pada rakyat kecil. Baginya, politik adalah sarana untuk memperluas manfaat, persis seperti prinsip hidupnya: menciptakan lapangan kerja dan menjadi solusi bagi banyak orang.

Sekilas Profil Ir. H. Ateng Sutisna, MBA

  • Jabatan: Anggota Komisi XII DPR RI (Fraksi PKS)

  • Pendidikan: IPB (S1), IPWI (S2), UMS (S2)

  • Karier Bisnis: Founder PT Sarbi Moerhani Lestari & 12 Perusahaan lainnya.

  • Organisasi: Ketua Umum Himpunan Konsultan Kehutanan Indonesia, Dewan Pakar HKTI.

  • Penghargaan: Man of The Year 2000, Primakarya Dharma Award, Wajib Pajak Tertinggi 2024.