Berkolaborasi dengan Philippine Women’s University, UMC Hadirkan 5 Pembicara di Konferensi Internasional
UMCPRESS.ID -
Konferensi bergengsi ini diinisiasi oleh Philippine Women’s University (PWU) berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta (FISH UNJ), dan diselenggarakan secara hybrid di Gedung 1A Lantai 10 Kampus A UNJ, pada Kamis–Jumat (16–17 April 2026).

Kehadiran UMC dalam forum ini tidak sekadar menjadi peserta, tetapi turut memberikan kontribusi akademik yang signifikan. Rektor UMC, Arif Nurudin, melalui Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), Azka Maulana, menyampaikan apresiasi kepada para tokoh kunci yang menginisiasi kolaborasi internasional tersebut.
Tokoh-tokoh yang terlibat antara lain Rektor PWU Prof Felina C. Young, Rektor UNJ Prof Komarudin, serta para akademisi internasional seperti Prof Berjoyai Bardai dari Malaysia, Nozomi Kawarazuka dari Jepang, Dr Robertus Robert, dan Dekan FISH UNJ Dr Firdaus Wajdi.
“Merupakan kebanggaan besar bagi kami dapat menjadi bagian dari agenda internasional ini. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini,” ujar Azka di sela-sela konferensi.
Delegasi dosen lintas fakultas UMC juga berpartisipasi aktif dengan mempresentasikan riset-riset yang relevan dengan dinamika era digital. Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Puspa Dewi Yulianti mengangkat strategi pemberdayaan UMKM melalui distribusi pembiayaan dan transformasi digital. Dr. Badawi membahas pemulihan kepuasan pelanggan pada layanan BPR di Jawa Barat pasca-merger. Muzayyanah menganalisis dampak penggunaan pembayaran digital OVO terhadap perilaku konsumtif masyarakat di Kota Cirebon. Sementara itu, Dr. Ali Jupri menyoroti fenomena cyberloafingdan technostress di tempat kerja serta implikasinya terhadap kinerja karyawan.

Dari bidang pendidikan, Azka Maulana yang juga dosen PAUD FKIP UMC turut mempresentasikan riset multidisipliner mengenai peran manajerial guru dalam mengatasi bullying melalui pendekatan pendidikan karakter.
Puncak partisipasi UMC dalam konferensi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMC dan Philippine Women’s University. Kesepakatan tersebut membuka peluang kerja sama strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa, kolaborasi riset, hingga pengembangan kurikulum berstandar global.
Langkah ini semakin menegaskan posisi UMC sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berdaya saing global. Melalui sinergi internasional ini, UMC menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar tantangan, melainkan peluang besar untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi keberlanjutan global.