FKIP UMC Gelar Workshop Penulisan Akademik, Dorong Mahasiswa dan Dosen Tembus Jurnal Scopus via Book Review
UMCPRESS.ID -
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB ini dihadiri secara antusias oleh 52 peserta. Panitia menghadirkan pakar penulisan ilmiah, Dr. Aldha Williyan, M.Pd., yang merupakan Dosen Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Siliwangi sekaligus akademisi yang telah berpengalaman meloloskan artikel book review pada jurnal internasional bereputasi Scopus.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, Wakil Rektor III UMC, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd., menekankan bahwa kemampuan publikasi ilmiah di tingkat global saat ini menjadi parameter krusial dalam mengukur mutu perguruan tinggi. "Kemampuan menulis dan mempublikasikan karya ilmiah merupakan bagian integral dari pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 6. Oleh karena itu, kegiatan ini memegang peranan vital bagi akselerasi akademik institusi kita," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, M.A., menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan ejawantah nyata dari Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) fakultas periode 2025-2026. Pihak fakultas berkomitmen penuh untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas menulis ilmiah guna mendongkrak luaran riset mahasiswa maupun portofolio dosen pembimbing.

Memasuki sesi pematerian, Dr. Aldha Williyan, M.Pd., memaparkan materi komprehensif mengenai anatomi book review. Ia meluruskan pemahaman umum bahwa book review dalam ekosistem jurnal internasional bukanlah sekadar ringkasan deskriptif, melainkan sebuah tulisan akademik yang mengedepankan evaluasi kritis, analisis mendalam, serta penentuan posisi akademis sang penulis terhadap buku yang diulas. Dr. Aldha menjabarkan lima struktur baku penulisan, mulai dari Introduction, Summary, Critical Evaluation yang berimbang, Conclusion, hingga penyusunan References pendukung.
Menariknya, Dr. Aldha juga memperkenalkan pendekatan modern penulisan ilmiah berbantuan kecerdasan buatan (AI tools) melalui metode enam langkah kolaboratif bersama Perplexity AI, ChatGPT, dan Claude. Kendati demikian, ia mengingatkan agar teknologi tersebut hanya digunakan sebagai mitra konfirmasi pemahaman. "AI tools adalah pendamping yang kuat, akan tetapi bacaan, pemikiran, dan penilaian pribadi Anda tetap menjadi fondasi utama dari sebuah book review yang bermakna," ujarnya. Ia pun membagikan formula komunikasi efektif berupa framework TCI + RATEL untuk mengoptimalkan hasil prompting pada AI.
Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam sesi tanya jawab interaktif. Menanggapi pertanyaan peserta mengenai peluang lolos, Dr. Aldha menuturkan bahwa artikel book review memiliki proses penelaahan (peer-review) yang relatif lebih cepat dibandingkan artikel penelitian (research article), yakni berkisar antara satu hingga empat bulan saja tergantung kebijakan jurnal.
Sebagai tindak lanjut nyata dari workshop ini, Ketua Panitia Dr. Widia Nur Jannah, M.Pd., mengonfirmasi bahwa seluruh peserta diarahkan langsung untuk mengumpulkan draf artikel mereka ke dalam sistem penyimpanan digital (Google Drive) yang telah disediakan. Pihak FKIP UMC juga berencana membentuk kelompok pendampingan intensif agar draf karya yang terkumpul dapat segera disubmit ke berbagai jurnal internasional tujuan.