Dosen dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMC Edukasi Literasi Media Digital bagi Anak Usia Dini di RA Al-Wahdah
UMCPRESS.ID -
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (8/6) ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam mengembangkan program edukasi berbasis komunikasi yang berdampak bagi masyarakat.

Mengusung tema “Dari Layar ke Kesadaran: Komunikasi Partisipatif dalam Edukasi Literasi Digital Anak Usia Dini”, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran anak-anak usia 4–6 tahun mengenai penggunaan media digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan usia mereka di tengah semakin tingginya paparan teknologi digital pada anak.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Lisna Novita, M.Sos. dan Dina Kholis Aziza, M.A. yang mendampingi mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program edukasi. Melalui pendekatan komunikasi partisipatif, anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak aktif berinteraksi melalui permainan edukatif, tanya jawab, diskusi sederhana, dan berbagai aktivitas yang menyenangkan sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami dan berkesan.
Dalam sambutannya, Lisna Novita, M.Sos. selaku PIC fasilitator menyampaikan bahwa literasi digital pada anak usia dini merupakan langkah penting untuk membangun kebiasaan bermedia yang sehat sejak dini. Ia berharap kegiatan literasi digital seperti ini dapat menumbuhkan pemahaman sederhana pada anak-anak mengenai pentingnya membatasi waktu penggunaan gadget atau screen time serta mengenali cara menggunakan media digital secara aman dan positif.
Melalui penyampaian yang seru, interaktif, dan sesuai dengan dunia anak, pesan-pesan literasi digital diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan dunia digital, pemahaman tentang internet dan perangkat digital, pentingnya menjaga keamanan diri saat menggunakan media digital, serta edukasi mengenai penggunaan gadget secara bijak. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan gadget dalam durasi yang terlalu lama terhadap kesehatan dan aktivitas belajar mereka.
Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya memilih tontonan yang sesuai usia, menghindari permainan digital yang belum layak untuk anak usia dini, serta mengenali risiko mengakses konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Edukasi juga menekankan bahwa penggunaan gadget dan media digital sebaiknya dilakukan dalam pendampingan orang tua agar anak dapat memperoleh manfaat teknologi secara optimal sekaligus terhindar dari berbagai risiko di ruang digital.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga diajak belajar menjadi pengguna media yang cerdas dengan memahami pentingnya memilih informasi yang baik, bersikap bijak saat menggunakan perangkat digital, serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang kreatif dan bermanfaat. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media visual, permainan edukatif, dan simulasi sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Anak-anak aktif menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mereka menggunakan gadget, serta mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai penggunaan media digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Dekan FISIP UMC, Drs. H. Subhan, M.Si., turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Beliau menyampaikan rasa bangganya atas inisiatif dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang telah mengimplementasikan ilmu perkuliahan menjadi sebuah aksi nyata yang solutif bagi masyarakat.
Menurutnya, program ini merupakan langkah konkret fakultas dalam merespons tantangan zaman, khususnya dalam membimbing generasi muda agar terhindar dari dampak negatif teknologi sejak dini, sekaligus berharap agar kegiatan pengabdian masyarakat yang berdampak luas seperti ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Apresiasi senada juga datang dari Kepala Sekolah RA Al-Wahdah dan TK Labschool UMC, Rukaedah, S.Pd. Menurutnya, pendidikan literasi digital merupakan kebutuhan yang semakin penting mengingat anak-anak saat ini tumbuh berdampingan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Ia menegaskan bahwa edukasi literasi digital sangat penting diberikan sejak usia dini agar anak-anak memiliki pemahaman mengenai penggunaan gadget dan media digital yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka, serta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Rukaedah berharap program literasi digital tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga dapat diperluas kepada orang tua sebagai pihak yang memiliki peran utama dalam pendampingan anak di rumah. Dengan demikian, akan terbentuk ekosistem literasi digital yang terintegrasi antara sekolah dan keluarga sehingga pengawasan serta pembiasaan penggunaan media digital yang sehat dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UMC dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang sinergis antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi baru yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan dan kesadaran untuk menggunakan media digital secara cerdas, aman, kreatif, serta bertanggung jawab.