Perdana! PGSD dan PG-PAUD FKIP UMC Sukses Gelar ICEECE 2026

Perdana! PGSD dan PG-PAUD FKIP UMC Sukses Gelar ICEECE  2026

UMCPRESS.ID -  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) sukses menyelenggarakan International Conference on Elementary and Early Childhood Education (ICEECE) 1st 2026, Rabu-Kamis (22-23/7/2026). 

Konferensi internasional perdana ini menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan untuk mendiseminasikan hasil penelitian sekaligus mengembangkan inovasi pembelajaran di bidang pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini.

Pembukaan ICEECE 1st 2026 dihadiri Rektor UMC Arif Nurudin, M.T., Dekan FKIP UMC Associate Professor Hj. Fikriyah, Ketua Program Studi PGSD Dr. Widia Nur Jannah, M.Pd., Ketua Program Studi PG-PAUD Dr. Cucu Sopiah, S.Pd., M.Si., Ketua Panitia ICEECE 2026 Associate Professor Dr. Nurkholis, M.Pd., serta Wakil Ketua Panitia Associate Professor Dr. Abdul Karim, M.Pd.

Ketua Program Studi PGSD, Dr. Widia Nur Jannah, mengungkapkan apresiasi kepada seluruh panitia dan sivitas akademika yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan konferensi internasional perdana tersebut. Menurutnya, ICEECE menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan FKIP UMC.

Dr. Widia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Program Studi PG-PAUD, Dr. Cucu Sopiah, yang memiliki tekad kuat agar penyelenggaraan ICEECE pertama pada 2026 mampu menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini.

"Tahun ini menjadi momentum penting bagi PGSD dan PG-PAUD FKIP UMC untuk menghadirkan konferensi internasional yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan kolaborasi, inovasi, dan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan," ujarnya.

Dekan FKIP UMC Associate Professor Hj. Fikriyah mengatakan penyelenggaraan ICEECE merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui penguatan tridarma, khususnya penelitian dan publikasi ilmiah. Ia berharap konferensi ini menjadi agenda akademik tahunan yang terus berkembang dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.

Sementara itu, Rektor UMC Arif Nurudin, M.T., menegaskan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas disiplin ilmu. Melalui konferensi internasional, UMC berupaya mempertemukan berbagai pemikiran terbaik untuk menghasilkan inovasi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua Panitia ICEECE 2026, Associate Professor Dr. Nurkholis, M.Pd., mengatakan penyelenggaraan konferensi internasional perdana ini merupakan wujud komitmen FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, serta memperluas jejaring kolaborasi dengan para akademisi dan peneliti dari berbagai negara.

"Kami hadirkan CEECE ini, tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga menjadi momentum untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), literasi digital, dan penguatan pendidikan karakter," ujar Nurkholis.

Penyelenggaraan ICEECE 1st 2026 memiliki tujuan utama sebagai forum internasional untuk diseminasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, literasi digital, serta penguatan pendidikan karakter. Konferensi ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi akademik dalam menjawab tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Selain tujuan umum tersebut, ICEECE 2026 juga memiliki sejumlah tujuan khusus. Pertama, mempublikasikan hasil-hasil penelitian di bidang pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini pada prosiding internasional bereputasi. Kedua, mendorong lahirnya inovasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada jenjang sekolah dasar maupun pendidikan anak usia dini.

Selanjutnya, konferensi ini juga bertujuan mengembangkan integrasi literasi digital dan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan global. Di sisi lain, ICEECE menjadi sarana peningkatan kompetensi akademik dosen melalui pertukaran gagasan, kolaborasi penelitian, dan publikasi ilmiah bersama para akademisi dari berbagai negara.

ICEECE menghadirkan narasumber nasional dan internasional. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., yang diwakilkan oleh Kurniawan, S.T., M.B.A. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini pun memaparkan arah kebijakan pembangunan pendidikan nasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Konferensi juga menghadirkan Associate Professor Muhamad Ali dari University of California, Riverside, Amerika Serikat, yang membahas inovasi pendidikan global dan pengembangan kompetensi guru di era digital. Selain itu, Dr. Vasavvi Achariya menyampaikan materi mengenai pendekatan pembelajaran mutakhir bagi anak usia dini yang menekankan kreativitas, pembelajaran aktif, serta penguatan karakter.

Melalui penyelenggaraan ICEECE 1st 2026, FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon berharap lahir berbagai rekomendasi, inovasi, dan kolaborasi internasional yang mampu memperkuat kualitas pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini, sekaligus mempertegas komitmen UMC sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di tingkat nasional maupun global.