FKIP UMC Gelar Workshop Penyusunan HLT Berbasis RME untuk Perkuat Pembelajaran Matematika
UMCPRESS.ID - Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika terus didorong melalui penguatan kompetensi guru dan pengembangan perangkat pembelajaran yang inovatif. Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bersama Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Workshop Penyusunan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) Berbasis Realistic Mathematics Education (RME).
Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, M.A., mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan kualitas pembelajaran matematika melalui pengembangan perangkat pembelajaran yang lebih terarah, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Workshop juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghasilkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu, 14-15 Agustus 2026, tersebut digelar di Aula FKIP Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Cirebon. Workshop merupakan bagian dari implementasi luaran Hibah Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) Tahun Anggaran 2026 yang didanai Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Peserta workshop terdiri atas guru matematika tingkat SMP/MTs serta tim peneliti. Kegiatan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman konseptual mengenai HLT dan RME, tetapi juga mengarahkan peserta menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai Hypothetical Learning Trajectory, desain riset, serta perannya dalam pembelajaran matematika. Materi tersebut disampaikan oleh Mulia Putra. Sesi berikutnya membahas Realistic Mathematics Education dan implementasinya dalam penyusunan HLT dengan narasumber Dr. Ekasatya Aldila Afriansyah.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan pengarahan penyusunan luaran. Peserta diarahkan memahami target produk, mulai dari template HLT, modul ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media pembelajaran, instrumen asesmen hingga rubrik penilaian. Peserta juga memperoleh pendampingan dalam penyusunan produk sesuai format yang telah ditentukan.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada pendampingan lanjutan penyusunan HLT, modul ajar, dan LKPD. Peserta juga mendapatkan bimbingan untuk mengembangkan media pembelajaran, instrumen asesmen, rubrik penilaian, serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan presentasi hasil kerja setiap kelompok, sesi review dan masukan dari narasumber, serta revisi dan finalisasi seluruh luaran workshop. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki kesesuaian antara tujuan pembelajaran, lintasan belajar, aktivitas peserta didik, serta bentuk asesmen.
Melalui workshop ini, UMC dan UNSIKA memperkuat kolaborasi perguruan tinggi dengan guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual. Pendekatan RME diharapkan dapat membantu menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan pengalaman peserta didik sekaligus mendorong guru menyusun lintasan pembelajaran secara lebih sistematis.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi kerja sama perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah.