Trail Running 3K UMC x Trijaya 2026 Perkuat Branding Desa Wisata Melalui Sport Tourism dan Promosi Destinasi Berkelanjutan
UMCPRESS.ID - Suasana Desa Trijaya, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, tampak berbeda pada pelaksanaan Trail Running 3K UMC x Trijaya 2026. Ratusan peserta dari berbagai kalangan memadati kawasan pedesaan untuk mengikuti ajang lari lintas alam yang menyuguhkan panorama perbukitan, jalur persawahan, serta kekayaan budaya lokal.
Kegiatan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Trijaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), komunitas lari, dan masyarakat ini tidak hanya menghadirkan pengalaman olahraga di alam terbuka, tetapi juga menjadi bagian dari strategi branding Desa Wisata Trijaya sebagai destinasi wisata berbasis alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan sport tourism, kegiatan ini memperkenalkan identitas Desa Trijaya kepada masyarakat luas sekaligus membangun citra desa sebagai destinasi yang sehat, ramah, dan berkelanjutan.

Trail Running 3K menjadi media komunikasi pariwisata yang menghubungkan pengalaman wisata dengan potensi lokal. Peserta diajak menikmati keindahan bentang alam desa sekaligus mengenal kearifan lokal, produk UMKM, serta keramahan masyarakat. Pengalaman tersebut diharapkan menciptakan kesan positif yang mampu mendorong promosi dari mulut ke mulut maupun melalui media sosial para peserta, sehingga memperluas jangkauan promosi Desa Wisata Trijaya secara organik.
Kepala Desa Trijaya, Wihanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas dan daya saing desa wisata.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Trail Running bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi menjadi media untuk memperkenalkan Desa Trijaya kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun citra Desa Trijaya sebagai desa wisata yang memiliki keindahan alam, kekayaan budaya, masyarakat yang ramah, serta produk-produk lokal yang layak menjadi kebanggaan daerah. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Wihanto.
Senada dengan itu, Perangkat Desa Trijaya, Bapak Amir, juga mengiyakan berkat kerjasama para akademisi, mahasiswa, pamong desa, pemuda karang taruna, hingga masyarakat setempat kolaborasi ini bisa terlaksana dengan baik.
Koordinator Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) FISIP UMC, Ida Riaeni, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa Trail Running 3K merupakan implementasi pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan komunikasi pariwisata, branding destinasi, sport tourism, promosi digital, dan pemberdayaan masyarakat.
"Kami memandang bahwa branding desa wisata tidak cukup hanya melalui promosi konvensional. Diperlukan pengalaman langsung (experience) yang mampu membangun persepsi positif terhadap destinasi. Trail Running menjadi media komunikasi yang efektif karena peserta tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga menikmati lanskap desa, berinteraksi dengan masyarakat, mengenal budaya lokal, dan merasakan produk-produk UMKM. Pengalaman inilah yang akan membentuk citra positif Desa Wisata Trijaya dan memperkuat positioning-nya sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang berkelanjutan," jelas Ida Riaeni.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat FISIP UMC Tahun 2026 yang mengusung tema "Penguatan Komunikasi Pariwisata, Budaya, dan UMKM Berbasis Digital untuk Mendukung Pengembangan Desa Berkelanjutan." Melalui program tersebut, FISIP UMC mendorong penguatan kapasitas masyarakat dalam membangun identitas desa, mengembangkan strategi promosi digital, meningkatkan kualitas layanan wisata, serta memperluas jejaring kolaborasi antara akademisi, pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta disuguhi lintasan yang melintasi kawasan hijau Desa Trijaya dengan udara pegunungan yang sejuk. Antusiasme peserta terlihat sejak garis start hingga finish, sementara masyarakat turut memberikan dukungan di sepanjang rute. Kehadiran pelaku UMKM lokal juga memberikan warna tersendiri melalui penyajian kuliner dan produk unggulan desa yang dapat dinikmati para peserta.
Melalui penyelenggaraan Trail Running 3K UMC x Trijaya 2026, diharapkan terbangun ekosistem kolaboratif yang mampu memperkuat brand identity dan brand image Desa Wisata Trijaya. Event ini menjadi bukti bahwa olahraga, komunikasi pariwisata, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membangun destinasi wisata yang kompetitif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa