Di INACOLET 2026, Akademisi University of Leeds UK: Motivasi Intrinsik Fondasi Keberhasilan Belajar Bahasa Inggris

Di INACOLET 2026, Akademisi University of Leeds UK: Motivasi Intrinsik Fondasi Keberhasilan Belajar Bahasa Inggris

UMCPRESS.ID - Motivasi saja tidak cukup untuk membuat peserta didik menguasai bahasa Inggris. Yang lebih menentukan adalah keterlibatan (engagement) secara aktif dalam proses belajar. Pesan tersebut disampaikan pakar pendidikan bahasa Inggris dari University of Leeds, Inggris,  Associate Prof Martin Lamb , dalam presentasinya bertajuk Motivating Indonesian Learners of English: Insights from Theory, Research and Personal Experience pada International Conference on Education, Language and Technology (INACOLET) 2026 yang diselenggarakan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), 17 Juli 2026.

Dalam paparannya, Martin menjelaskan bahwa hasil penelitian longitudinal yang dilakukannya terhadap pelajar di Jambi menunjukkan banyak siswa memiliki motivasi tinggi untuk belajar bahasa Inggris, tetapi perkembangan kemampuan mereka sangat berbeda. Bahkan, sebagian peserta didik hampir tidak mengalami kemajuan meskipun mengaku termotivasi mempelajari bahasa tersebut.

Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada motivasi semata, melainkan rendahnya keterlibatan peserta didik dalam aktivitas pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif siswa dalam berbagai aktivitas akademik yang mendorong mereka terus menggunakan dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

"Peserta didik mungkin memiliki keinginan untuk menguasai bahasa Inggris, tetapi tanpa keterlibatan yang konsisten dalam proses belajar, kemampuan mereka sulit berkembang," ujar Martin.

Martin menjelaskan bahwa teori Self-Determination Theory yang dikembangkan Ryan dan Deci menunjukkan motivasi intrinsik lebih efektif dibandingkan motivasi ekstrinsik dalam menghasilkan keterlibatan belajar jangka panjang. Namun demikian, motivasi yang berasal dari faktor luar tetap dapat memberikan hasil optimal apabila berhasil diinternalisasi menjadi motivasi pribadi peserta didik.

Ia menekankan bahwa peran guru sangat penting dalam membantu peserta didik mengubah motivasi yang semula bersifat eksternal menjadi motivasi internal. Melalui pendekatan pembelajaran yang tepat, siswa dapat memiliki alasan pribadi untuk terus belajar sehingga usaha mereka menjadi lebih konsisten.

Martin menawarkan dua prinsip utama untuk meningkatkan keterlibatan belajar. Pertama, membantu peserta didik menginternalisasi motivasi belajar bahasa Inggris dengan memberikan ruang bagi mereka untuk menentukan pilihan, membangun otonomi belajar, menunjukkan perkembangan kemampuan secara bertahap, serta menumbuhkan gambaran diri sebagai pengguna bahasa Inggris di masa depan.

Prinsip kedua adalah menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan. Guru didorong menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti permainan edukatif, role play, kuis kelompok, maupun tugas yang berkaitan dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga pembelajaran terasa lebih relevan dan bermakna. Selain itu, hubungan emosional yang baik antara guru dan siswa dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan antusiasme belajar.

Pada bagian akhir presentasinya, Martin menyebut bahwa unsur terpenting dalam membangun motivasi peserta didik justru berasal dari guru itu sendiri. Guru yang memiliki semangat mengajar, menunjukkan kepedulian, empati, serta antusiasme akan lebih mudah menginspirasi peserta didik untuk terus belajar.

Ia menyimpulkan bahwa pembelajaran bahasa merupakan proses panjang yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Oleh karena itu, pengembangan motivasi intrinsik dan keterlibatan aktif peserta didik menjadi fondasi utama dalam menciptakan pembelajaran bahasa Inggris yang efektif, bermakna, dan berkelanjutan.