Ketakwaan, Karya, dan Sinergi Jadi Energi UMC Menuju Akreditasi Unggul

Ketakwaan, Karya, dan Sinergi Jadi Energi UMC Menuju Akreditasi Unggul

UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menggelar pengajian rutin yang dirangkaikan dengan pembinaan dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Kegiatan tersebut mengusung tema“Merdeka Berkarya, Mutu Terjaga: Ikhtiar Bersama Menuju Akreditasi Unggul dan Sukses PMB” sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun budaya kerja di lingkungan perguruan tinggi.

Pengajian berlangsung di Aula Masjid UMC, Sabtu (29/8/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan menghadirkan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon, Rochmat Hidayat, S.IP., M.Si.

Rochmat Hidayat yang juga Kuwu Klangenan itu pun menyampaikan bahwa rangkaian pengajian dan pembinaan tersebut menempatkan semangat berkarya dan menjaga mutu sebagai bagian penting dalam membangun institusi pendidikan yang unggul. Dosen dan tendik tidak hanya dituntut menjalankan tugas administratif maupun akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui kompetensi, profesionalitas, dan kerja bersama.

Rochmat mengutip Surah Ali Imran ayat 133–134 tentang karakter orang-orang yang bertakwa. Ayat tersebut mengajarkan agar manusia bersegera menuju ampunan Allah serta menggambarkan orang bertakwa sebagai mereka yang gemar memberi dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain. 

Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan pentingnya membangun pribadi yang produktif dan memberikan manfaat. Semangat “Merdeka Berkarya” diarahkan agar setiap individu mampu menghasilkan karya dengan tetap mengedepankan kualitas. Prinsip tersebut sejalan dengan materi yang menempatkan “Merdeka Berkarya, Mutu Terjaga” sebagai salah satu pesan utama kegiatan. 

Dalam konteks pembinaan dosen dan tendik, kualitas menjadi bagian penting dalam mendukung target kelembagaan, termasuk ikhtiar menuju akreditasi unggul dan keberhasilan penerimaan mahasiswa baru (PMB). Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan sesuai bidangnya sekaligus memiliki kepedulian terhadap kemajuan institusi.

Dosen FISIP UMC itu  juga menekankan tiga unsur penting, yakni spesialisasi, kontribusi, dan sinergi. Spesialisasi berkaitan dengan penguatan kompetensi sesuai bidang masing-masing, sedangkan kontribusi menegaskan pentingnya memberikan manfaat bagi organisasi. Adapun sinergi menjadi kekuatan untuk menyatukan berbagai kemampuan dalam mencapai tujuan bersama. 

Melalui kegiatan tersebut, Rochmat mengajak civitas akademika UMC untuk menjadikan nilai ketakwaan sebagai landasan dalam bekerja. Karya yang dihasilkan diharapkan tidak sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga memiliki mutu, memberikan manfaat, dan memperkuat budaya kolaborasi.

Dengan demikian, pengajian rutin tidak hanya menjadi ruang penguatan spiritual, tetapi juga momentum pembinaan sumber daya manusia.

"Semangat berkarya, menjaga kualitas, meningkatkan kontribusi, dan membangun sinergi diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama UMC menuju institusi yang semakin unggul," pungkas Rochmat.