LPPAIK UMC Gelar Workshop OBE Dosen Al Islam Kemuhammadiyahan

LPPAIK UMC Gelar Workshop OBE Dosen Al Islam Kemuhammadiyahan

UMCPRESS.ID - Lembaga Pesantren dan Pengembangan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPAIK) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Workshop Outcome Based Education (OBE) bagi dosen Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK), dalam rangka penguatan mutu pembelajaran semester genap. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam menyelaraskan standar akademik dengan pendekatan pendidikan berbasis luaran (outcome).

Workshop tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I UMC, Dr Badawi, Wakil Rektor IIi UMC, Dr Bagus Nurul Iman, Kepala LPPAIK UMC, Dr Novan, serta Kepala LPKP UMC, Dr Irfan. Kehadiran pimpinan universitas tersebut menegaskan komitmen UMC dalam meningkatkan kualitas pembelajaran AIK secara terstruktur dan terukur.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I menekankan pentingnya penyamaan persepsi di antara para dosen AIK agar proses pembelajaran tidak hanya berjalan normatif, tetapi juga terukur capaian kompetensinya. Menurutnya, pendekatan OBE mendorong dosen untuk merancang perkuliahan yang berorientasi pada hasil akhir pembelajaran yang jelas, relevan, dan berdampak pada pembentukan karakter mahasiswa.

Workshop ini bertujuan menyamakan pola pembelajaran AIK pada semester genap, sekaligus memastikan bahwa setiap dosen memiliki pemahaman yang seragam terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE. Selain itu, forum ini menjadi ruang diskusi untuk menyelaraskan indikator capaian pembelajaran, metode evaluasi, serta integrasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan dalam konteks akademik yang lebih aplikatif.

Kepala LPPAIK UMC menjelaskan bahwa AIK merupakan mata kuliah penciri institusi yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan ideologi mahasiswa Muhammadiyah. Karena itu, pendekatan pembelajarannya harus dirancang secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan model OBE, capaian pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan implementatif dalam kehidupan nyata.

Sementara itu, Kepala LPKP UMC menambahkan bahwa pendampingan teknis dalam penyusunan RPS berbasis OBE menjadi bagian penting dari workshop ini. Para dosen diarahkan untuk merumuskan capaian pembelajaran yang spesifik, terukur, dan selaras dengan profil lulusan universitas.

Luaran utama dari kegiatan ini adalah tersusunnya RPS berbasis OBE untuk mata kuliah AIK, serta pengembangan modul ajar atau buku ajar AIK yang lebih sistematis dan kontekstual. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pembelajaran di semester genap, sekaligus menjadi standar mutu yang terintegrasi di lingkungan UMC.

Melalui workshop ini, UMC menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola akademik berbasis kualitas dan relevansi, sehingga pembelajaran AIK tidak hanya menjadi mata kuliah formalitas, tetapi benar-benar menjadi fondasi pembentukan karakter mahasiswa yang unggul dan berkemajuan.