Disertasi, Doa Orang Tua, dan Cinta Istri: Dr. Jajang Rahmatudin Resmi Bergelar Doktor

Disertasi, Doa Orang Tua, dan Cinta Istri: Dr. Jajang Rahmatudin Resmi Bergelar Doktor

UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan. Salah satu dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Dr. Jajang Rahmatudin, M.Pd., resmi meraih gelar doktor pada Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Selasa, 3 Februari 2026. Capaian ini menegaskan komitmen UMC dalam memperkuat sumber daya manusia unggul di bidang pendidikan.

Dr. Jajang dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Bahan Ajar E-Module Berbasis Android melalui Model Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa.” Disertasi tersebut menyoroti inovasi pembelajaran matematika berbasis teknologi digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Usai sidang terbuka, Dr. Jajang menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian akademik tertingginya. Gelar doktor ini dipersembahkan secara khusus kepada kedua orang tua, mertua, serta keluarga besar yang selama ini menjadi penopang utama perjalanan akademiknya.

“Ini adalah hasil doa dan pengorbanan orang tua, mertua saya dan orang-orang yang memberikan cinta dan kasih sayang yang luar biasa. Tanpa mereka, saya tidak akan sampai di titik ini,” ujarnya.

Bagi Dr. Jajang, sosok yang memiliki peran paling menentukan adalah sang istri. Ia menyebut istrinya sebagai belahan jiwa dan sumber cinta yang tak tergantikan.

“Kehadiranmu adalah berkah. Dalam lelah, ragu, dan tekanan akademik, istriku selalu hadir sebagai penenang dan penguat,” tuturnya.

Ia dikenal sebagai sosok suami penyayang yang menautkan langkah hidupnya pada denyut cinta keluarga. Bagi Dr. Jajang, rumah bukan sekadar tempat pulang, melainkan altar doa dan keteduhan jiwa. Istri hadir sebagai penopang sunyi di balik hiruk-pikuk akademik, saksi setia saat lelah merundung dan ragu menyapa. Dalam genggaman kasih itu, ia belajar tentang kesabaran, keteguhan, dan makna pengorbanan. Keluarga diletakkannya sebagai fondasi utama kesuksesan akar yang menguatkan batang ilmu, sekaligus cahaya yang menuntun setiap pencapaian.

Selain keluarga, Dr. Jajang turut mengapresiasi dukungan sahabat dan komunitas yang ia sebut sebagai “Gerombolan Cimayu”. Komunitas ini, menurutnya, menjadi ruang berbagi, berdiskusi, sekaligus menjaga kewarasan di tengah padatnya tuntutan studi doktoral. Solidaritas dan persahabatan dinilainya sebagai energi sosial yang kerap luput dicatat dalam capaian akademik.

Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Cirebon, Dr. Dewi Nurdianti, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Saya sebagai alumnus UPI merasa sangat bangga. Hari ini, Selasa 3 Februari 2026, UMC kembali menghasilkan dua doktor dari UPI,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi indikator kuat kemajuan institusi.

Dengan bertambahnya doktor baru, FKIP UMC kini memasuki fase swasembada doktor. Kondisi ini dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. UMC optimistis, penguatan akademik ini akan berdampak langsung pada mutu lulusan serta kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.