Dari Ibu Dua anak ke Doktor! Kisah Inspiratif Dianasari, Dosen PGSD dan PPG UMC
UMCPRESS.ID - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan melahirkan seorang doktor baru. Dosen PGSD sekaligus Pendidikan Profesi Guru (PPG), Dianasari, putri daerah asal Suranenggala, Kabupaten Cirebon, resmi menyandang gelar Doktor dan dikukuhkan sebagai Dr. Dianasari, M.Pd pada Selasa, 27 Januari 2026.
Sidang promosi doktor tersebut berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Ketua Sidang, Wakil Dekan II FKIP UMC, Dr. Supriyadi, M.Pd. Dalam proses akademik yang menjunjung tinggi ketelitian dan integritas ilmiah, Dr. Dianasari didampingi jajaran promotor dan penguji bereputasi nasional. Bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., dengan Ko-Promotor Prof. Dr. Hj. Ernawulan Syaodih, M.Pd. Anggota Promotor dijabat oleh Prof. Dr. H. Sapriya, M.A.

Sementara itu, Penguji Internal adalah Prof. Dr. Ilfiandra, M.Pd., dan Penguji Eksternal Prof. Dr. Wuri Wuryandani, M.Pd. Seluruh rangkaian sidang berlangsung dalam suasana akademik yang serius, penuh makna, dan sarat nuansa haru.
Wakil Rektor I UMC, Dr. Badawi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejatinya Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., berkeinginan hadir secara langsung untuk membersamai momen penting tersebut, namun berhalangan karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa gelar doktor bukanlah titik akhir, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar.
“Gelar doktor tidak berhenti pada predikat, tetapi harus diwujudkan dalam sumbangsih nyata. Banyak doktor, namun masyarakat menunggu kontribusinya,” tegas Dr. Badawi.

Wakil Rektor III UMC, Dr. Bagus Nurul Iman, turut mengucapkan selamat dan berharap capaian ini memberikan manfaat luas bagi institusi. Menurutnya, keunggulan seorang doktor harus bersifat nyata dan terimplementasi dalam tridharma perguruan tinggi. UMC yang tengah berikhtiar menjadi kampus unggul membutuhkan doktor-doktor yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, mengungkapkan kekagumannya atas perjuangan Dr. Dianasari. Ia menyebut Dr. Dianasari sebagai perempuan tangguh yang berjuang di tengah peran ganda sebagai ibu dari dua anak sekaligus dosen. “Ini adalah kisah tentang ketekunan, pengorbanan, dan daya juang. Dr. Dianasari membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih gelar tertinggi,” ujarnya dengan nada haru.

Kaprodi PPG UMC, Dr. Ikariya Sugesti, S.S., M.Pd, berharap kehadiran doktor baru ini mampu mengakselerasi transformasi pendidikan di lingkungan PPG. Kontribusi keilmuan dan pemikiran strategis Dr. Dianasari diharapkan dapat memperkuat mutu akademik, inovasi pembelajaran, serta profesionalisme calon guru.
Sementara itu, Kepala Program Studi S1 PGSD UMC, Dr. Widia Nur Jannah, M.Pd, menyampaikan bahwa sebagai teman sejawat, Dr. Dianasari merupakan sosok wanita tangguh. Keberhasilan meraih gelar doktor ia persembahkan untuk kedua orang tuanya. Meski yatim piatu, ia tetap berjuang demi dua anaknya, menjadi kakak terbaik bagi dua adik perempuannya, serta menghadirkan teladan tentang makna sejati kekuatan seorang wanita.
Associate Prof. Nurkholis menegaskan bahwa disertasi Dr. Dianasari tidak boleh berhenti pada tataran akademis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.