PGSD UMC Gelar Semnas dan Benchmarking Prodi Unggul di UM Purwokerto
UMCPRESS.ID - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) S1 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Seminar Nasional yang dilaksanakan di Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mahasiswa PGSD UMC sekaligus memperkuat kolaborasi akademik antarperguruan tinggi Muhammadiyah.
Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari kalangan akademisi dan pemangku kebijakan, yakni dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwokerto. Para narasumber membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan pendidikan dasar, peningkatan kompetensi guru, serta sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Kegiatan seminar diikuti oleh mahasiswa dan dosen PGSD dari kedua universitas. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya inovasi pembelajaran di sekolah dasar, penguatan karakter peserta didik, serta peran calon guru dalam menjawab tantangan pendidikan di era global dan digital. Seminar ini juga menjadi ruang diskusi ilmiah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memahami praktik pendidikan secara kontekstual.
Selain seminar nasional, PGSD UMC juga melaksanakan kegiatan benchmarking penjaminan mutu program studi dan pengelolaan akreditasi unggul dengan Program Studi PGSD UMP. Kegiatan benchmarking ini difokuskan pada pertukaran informasi dan pengalaman terkait sistem penjaminan mutu internal, tata kelola program studi, pengembangan kurikulum, serta strategi mempertahankan akreditasi unggul.

Kepala Program Studi S1 PGSD UMC, Dr. Widia Nur Jannah, M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi peningkatan mutu program studi. “Seminar nasional dan benchmarking ini merupakan bagian dari komitmen PGSD UMC dalam meningkatkan kualitas akademik, tata kelola program studi, serta penguatan jejaring kelembagaan dengan perguruan tinggi lain,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi kegiatan KKL dengan seminar dan benchmarking memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoritis, tetapi juga memperoleh gambaran nyata tentang pengelolaan program studi yang berkualitas dan berdaya saing,” tambahnya.
Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan akademik, seperti kuliah tamu, penelitian kolaboratif, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui pelaksanaan seminar nasional dan benchmarking, Widia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas Prodi PGSD UMC untuk menghasilkan lulusan yang profesional, serta berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan dasar di tingkat nasional.