Untuk Membantu Guru Memahami Kurikulum Merdeka, Dosen PGSD dan PPG FKIP UMC Melakukan Pendampingan Optimalisasi PMM Guru SD 2 Muhammadiyah Kota Cirebon

Untuk Membantu Guru Memahami Kurikulum Merdeka, Dosen PGSD dan PPG FKIP UMC Melakukan Pendampingan Optimalisasi PMM Guru SD 2 Muhammadiyah Kota Cirebon
Erna Labudasari, M.Pd (Dosen Pendidikan Profesi Guru, FKIP UMC) dan Eliya Rochmah, M.Pd (Dosen PGSD, FKIP UMC) memberikan pendampingan kepada Guru-Guru SD 2 Muhammadiyah Kota Cirebon untuk mengoptimalkan penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM)

UMCPRESS.ID - Perkembangan dunia pendidikan di era digital ini semakin pesat, termasuk inovasi dan metode ajar yang sudah mulai bergeser dari cara yang konvensional ke efektif dan aplikatif.

Namun, belum semuanya guru melakukan inovasi sehingga cara-cara lama seringkali mendominasi saat guru melakukan pengajaran.  

Terlebih sekolah dasar (SD), metode-metode yang lebih berpusat pada guru memiliki kelemahan, salah satunya siswa kurang aktif terlibat dalam pembelajaran. 

 Melihat fenomena diatas, Erna Labudasari, M.Pd (Dosen Pendidikan Profesi Guru, FKIP UMC) dan Eliya Rochmah, M.Pd (Dosen PGSD, FKIP UMC) memberikan pendampingan kepada Guru-Guru SD 2 Muhammadiyah Kota Cirebon untuk mengoptimalkan penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM). 

Sehubungan dengan itu, Erna mengungkapkan permasalahan SD Muhammadiyah 2 Kota Cirebon yang telah menjadi mitra, diketahui memiliki hasil terendah jika dibandingkan dengan SD Muhammadiyah lain di kota Cirebon.

"Pemilihan SD Muhammadiyah 2 Kota Cirebon sebagai sekolah mitra dikarenakan sekolah ini merupakan sekolah Mandiri Berubah dan bukan Sekolah Penggerak yang memiliki fasilitator yang dapat mendampingi dalam peningkatan penggunaan Platform Merdeka Mengajar," ujar Erna

Lebih lanjut menurut Eliya, adapun rincian dalam penggunaan Platform Merdeka Mengajar sebagai berikut; Jumlah guru dan KS yang terdeteksi di Platform Merdeka Mengajar adalah berjumlah 8 orang dari total 8 guru. Artinya semua guru sudah mengakses PMM. Fitur “mulai belajar” diperoleh hasil “Baik” karena 100% sudah di akses. Fitur “proses belajar” memperoleh hasil “cukup baik”. Fitur “aksi nyata” memperoleh hasil “perlu ditingkatkan”. Fitur “menggunakan asesmen” memperoleh hasil “cukup baik”. Fitur “menggunakan perangkat ajar” memperoleh hasil “Baik.

Eliya juga kembali menjelaskan bahwa pendampingan ini jelas diperlukan karena berdasarkan hasil wawancara kepada Kepala SD 2 Muhammadiyah, Rida Farida, permasalahan yang dialami oleh sekolah adalah sekolah perlu pendampingan dalam penggunaan PMM.

" Kami berupaya mendorong agar guru  dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi dalam menghasilkan hasil karya," ujar Eliya yang merupakan anggota Pendampingan tersebut.

Implikasi pendampingan, kata Eliya, bakal terlihat animo guru-guru yang mengikuti kegiatan tersebut hingga tingkat penguasaaan mereka mengenai konsep kurikulum merdeka terjadi peningkatan signifikan.

Kemudian, keterampilan guru dalam menyelesaikan aktifitas Fitur-Fitur dalam PMM bakal terlihat sehingga mendapatkan luaran sertifikat.

Pendampingan ini juga dihadiri langsung oleh kepada Kepala SD 2 Muhammadiyah Kota Cirebon, Rida Farida.

Eliya berharap dengan adanya kegiatan pendampingan ini mampu mengoptimalisasi pemanfaatan PMM bagi guru-guru yang telah mengikuti kegiatan selama Maret hingga Juli 2024.

Kegiatan ini juga melibatkan 4 mahasiswa sebagai anggota/asisten kegiatan (Sri Rohana Fitriyah, Rizqon Muhamad Fikri, Fauzan Hamdani)

Untuk informasi, kegiatan ini adalah pengejawantahan proposal hibah Pengabdin RisetMU, tahun anggaran 2024.