Selama Ramadhan 1445 H, UMC Jaga Tradisi Kultum Setelah Shalat Dzuhur

Selama Ramadhan 1445 H,  UMC Jaga Tradisi Kultum Setelah Shalat Dzuhur

UMCPRESS.ID - Civitas Universitas Muhammadiyah Cirebon, baik Dosen dan Tendik  berkomitmen melakukan ceramah singkat berupa kuliah tujuh menit (kultum) secara bergantian selepas shalat dzuhur.

Rektor UMC, Arif Nurudin MT mengatakan, tradisi yang baik ini telah lama berlangsung di kampus kebanggaan warga Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) ini.

Terlebih di Ramadhan 1445 H, semangat Civitas UMC berlomba-lomba menyampaikan nasihat hingga hikmah Ramadhan, semata-mata untuk mengingatkan sesama muslim.

Susuai tagline UMC, Islami, Profesional, Unggul dan Mandiri, maka saling menasehati adalah pengejawantahan dari tagline tersebut.

Bagaimana menjadi seorang muslim yang profesional, unggul dan mandiri, maka dibutuhkan friendly reminder yang senantiasa mengingatkan, mana yang baik dan mana yang tak baik.

1 Mulut, 2 Telinga

" Tuhan menciptakan 1 mulut dan 2 telinga, agar kita lebih banyak mendengar. Artinya, kadang  menasehati tapi  juga sisihkan waktu untuk lebih banyak mendengar nasehat-nasehat orang lain. Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi tengoklah isi pesan dari orang tersebut, tentu pesan-pesan yang baik," pesan Arif.

Bahkan, anjuran untuk saling memberikan nasihat dalam kebaikan kepada sesama manusia, juga Allah perintahkan dalam firman-Nya. Yakni pada surah Al-Baqarah.

Artinya: “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'kub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam" (QS Al-Baqarah ayat 132).

Kemudian QS Az-Zukhruf ayat 28.

"Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu" (QS Az-Zukhruf ayat 28).

Lalu QS al-Ashr ayat 1-3

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran" (QS al-Ashr ayat 1-3).

"Saling memberi nasehat dalam kebaikan adalah sarana untuk bisa melakukannya. Sementara keutamaannya diperoleh dari apa yang akan dicapai. Wasiat agar menetapi Islam adalah sebaik-baik nasihat. Memberi nasihat dengan kesabaran berbeda tingkatannya sesuai dengan tingkat kesabarannya," ujar Arif.

Lebih lanjut, Arif juga mengajak memanfaatkan sisa ramadhan yang tinggal menghitung hari.

3 Fase Menuju Puncak Ketakwaan

Arif pun mengibaratkan ramadhan itu seperti sebuah fase menaiki sebuah gunung, ada 3 titik dalam pendakian menuju puncak ketakwaan.

Titik awal mendaki yang penuh dengan perjuangan, titik tengah semakin terasa lelahnya dan ujian terberat ada pada titik terakhir terkadang pada tahap ini banyak orang menyerah padahal disitulah puncak kebahagian.

Doa Ramadhan Hari Ke-18

Tanpa terasa, kata Arif, puasa sudah di hari ke-18, yang mana Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, malaikat pemikul Arasy dan Al-Karubin agar memohonkan ampunan untuk umat Muhammad SAW sampai tahun berikutnya, dan Allah SWT akan memberikan pahala para syuhada’ Badar.

Untuk itu, perlunya doa dipanjatkan di hari ke-18 ini.

Allahumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi wa nawwir fîhi qalbî bi dliyâ'i anwârihi wa khudz bi kulli a'dlâ'i ilâ ittibâi âtsârihi bi nûrika yâ munawwira qulûbil 'ârifîn.

Artinya: Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para 'arif.

"Semoga seluruh ikhtiar yang kami lakukan, mendapatkan pahala dari Allah SWT," kata Arif. 

Perlu disampaikan pula, masyarakat bisa meramaikan masjid yang ada di Kampus 1 di Jl Tuparev dan Kampus 2, jl Watu Belah Sumber.