Di Momen Hari Guru Nasional, FKIP UMC Mewujudkan Guru Unggul dan Berkemajuan untuk Indonesia Emas 2045

Di Momen Hari Guru Nasional, FKIP UMC Mewujudkan  Guru Unggul dan Berkemajuan untuk Indonesia Emas 2045
Dekan FKIP UMC, Dr. Dewi Nurdiyanti (umcpress.id)

UMCPRESS.ID - Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Dekan FKIP UMC, Dr. Dewi Nurdiyanti  meyakini bahwa guru menentukan masa depan sebuah negara. Mereka memiliki dampak yang mendalam pada pembentukan karakter, keterampilan, dan pemikiran generasi muda yang pada akhirnya akan membentuk masyarakat dan negara.

Di momen hari guru nasional yang diperingati pada 25 November, Dewi mendorong agar guru-guru terus meningkatkan kualitasnya guna mewujudkan Indonesia yang maju dan unggul.

Untuk menjadi guru unggul, kata Dewi, seseorang perlu memenuhi sejumlah syarat dan memiliki kombinasi keterampilan, pengetahuan, serta sikap tertentu, seperti pendidikan dan kualifikasi, keterampilan pengajaran yang efektif, kemampuan beradaptasi dan Inovasi, keterampilan manajemen Kelas, kemampuan membangun hubungan dengan Siswa dan orang tua, keterlibatan dalam pengembangan profesional.

Lebih penting lagi, Dewi mengimbau agar para guru bisa menunjukkan etika profesional yang tinggi, termasuk integritas, tanggung jawab, dan kerja keras serta mengidentifikasi dan mengembangkan keterampilan serta bakat unik setiap siswa. 

Dewi juga meyakini bahwa guru adalah pembuka pintu inovasi dengan merangsang minat dan rasa ingin tahu siswa. Generasi yang terinspirasi dan kreatif dapat menjadi pendorong utama kemajuan dalam berbagai bidang.

"Oleh karena itu, investasi dalam pendidikan dan peningkatan kualitas guru merupakan investasi dalam masa depan suatu negara. Guru yang berkualitas dapat membawa dampak positif jangka panjang pada perkembangan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara," ucap Dewi, Sabtu (25/11/2023).

Bicara soal guru yang unggul, Dewi menjelaskan FKIP UMC terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diseleggarakan melalu peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa seperti berikut ini

  1. Menjadi penerima hibah PKKM yang secara konsisten diterima sejak tahun 2021 hingga sat ini, serta direncanakan akan bersaing kembalai di tahun 2024 untuk memperoleh hibah yang sama.
  2. Bersaing dan menjadi penerima hibah MBKM di tahun 2020.
  3. Bersaing dan menjadi penerima hibah PDK di tahun 2022 dan 2023.
  4. Bersaing dan menjadi penerima hibah PDK di tahun 2022.
  5. Menyelenggarakan program PPG dengan baik sehingga mampu meluluskan mahasis2a PPG diatas 90% sejak tahun 2022.
  6. Mengikutsertakan mahasiswa dalam berbaagai kegiatan MBKM baik yang diselenggarakan pemerinta ( ICT, MSIB, PMM) atau yang diselenggarakan secara mandiri seperti Pengabdian Mahasiswa di Sekolah.

Lebih lanjut, menurut Dewi, kegiatan-kegiatan tersebut memiliki tujuan yang mulia yakni meningkatkan kompetensi dosen sehingga mampu menyelenggaraakan pembelajaran yang dapat melatihkan mahasiswa berbagai keterampilan diabad 21 sebagai modal dasar untuk menghadapi persaingan global.

Dewi juga mengajak semua guru-guru kususnya di wilayah cirebon untuk secara aktif berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan. Hal ini sudai dimulai dengan melaksanakan kerjasama dengan pihak-pihak sekolah dan guru dalam pembimbingan mahasiswa yang berkegiatan di sekolah (MBKM), menjalin kerjasama dengan MGMP IPA untuk kegiatan pendampingan guru-guru IPA dalam peningkatan pembelajran melaluli workshop pembelajaran berbasis proyek dan mulai untuk melakukan sharing fasilitas bersama sekolah-sekolah yang sudah bekerjasama.

FKIP UMC jalin kerjasama dengan Tsukuba University Jepang

Disamping itu, Dewi juga memaparkan perihal terobosan terbaru yang dilakukan FKIP adalah dengan melakukan kerjasama dengan CRICED Tsukuba University di Jepang dan CELLS_Universitas Pendidikan Indonesia dalam bidang STEM, yang diproyeksikan untuk membangun pusat pengembangan STEM di wilayah 3 Cirebon.

Terakhir, Dewi berpesan bahwa peringatan hari guru ini juga memiliki niatan untuk meningkatkan kesadaran akan peran krusial guru dalam membentuk generasi yang lebih baik. Termasuk, ikhtiar FKIP UMC yang tidak kenal lelah berupaya menjadi kaprpet merah bagi calon-calon guru Indonesia yang unggul dan berkemajuan.