LPPM UMC Gelar Lokakarya KKM, Dorong Program Mahasiswa Berkelanjutan di Masyarakat

LPPM UMC Gelar Lokakarya KKM, Dorong Program Mahasiswa Berkelanjutan di Masyarakat

UMCPRESS.ID - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Lokakarya Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kampus 2 UMC, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil program pengabdian yang telah dilaksanakan langsung di tengah masyarakat.

Ketua LPPM UMC, Tania Avianda Gusman, M.Sc., Ph.D., mengatakan lokakarya KKM menjadi bagian penting dalam proses akademik sekaligus evaluasi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menjalankan program di lokasi KKM, tetapi juga perlu menyampaikan capaian, dampak, tantangan, serta pembelajaran yang diperoleh selama berinteraksi dengan masyarakat.

“Lokakarya ini menjadi ruang untuk menunjukkan berbagai inovasi dan hasil kegiatan mahasiswa selama KKM. Kami ingin melihat bagaimana pengetahuan yang diperoleh di kampus dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan dan persoalan yang ada di masyarakat,” katanya.

Tania menambahkan, pelaksanaan KKM juga menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat. Berbagai program yang dihasilkan mahasiswa diharapkan tidak berhenti setelah masa KKM selesai, tetapi dapat terus dikembangkan bersama masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.

Lokakarya tersebut menampilkan beragam hasil kegiatan mahasiswa, mulai dari program pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi, edukasi, kesehatan, lingkungan, digitalisasi, hingga berbagai inovasi yang disusun berdasarkan potensi dan permasalahan di lokasi KKM.

Sementara itu, Wakil Ketua LPPM Bidang Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Kepala Divisi Pengabdian, Johan, M.T., menilai lokakarya mahasiswa menjadi wadah yang tepat untuk memaparkan hasil kegiatan, berbagi pengalaman, serta mengevaluasi pelaksanaan KKM secara menyeluruh.

Menurut Johan, proses evaluasi diperlukan agar program pengabdian mahasiswa tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan, tetapi juga memiliki manfaat nyata dan potensi keberlanjutan bagi masyarakat.

“Saya berharap program-program yang telah dijalankan selama KKM dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan serupa di masa mendatang. Semoga lokakarya tidak sekadar menjadi ajang penyampaian hasil, melainkan juga ruang berbagi dan evaluasi yang keberlanjutannya tetap terjaga meski KKM telah usai,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, LPPM UMC terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan sosial, kemampuan berkolaborasi, dan keterampilan menyelesaikan persoalan di masyarakat. KKM diharapkan menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan teori akademik dengan kondisi nyata di lapangan.