Ditjen Saintek Kunjungi UMC, Tekankan Pentingnya Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah
UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menerima kedatangan Tim Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Saintek dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia,yang membawa isu penting mengenai integritas akademik sebagai fondasi dalam membangun budaya keilmuan yang jujur, bertanggung jawab, dan bermartabat di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pembinaan nilai integritas akademik, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan karya ilmiah berkualitas, kredibel, dan menjunjung tinggi etika keilmuan.
Rektor UMC Arif Nurudin MT sangat mengapresiasi kehadiran Sesditjen Saintek, terlebih integritas akademik ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan kredibilitas perguruan tinggi, kejujuran intelektual, dan kualitas karya ilmiah.
"Pentingnya menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta etika penelitian dalam setiap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi," ujarnya yang di dampingi oleh Warek 1 UMC, Dr. Badawi M.Si dan Warek 3 UMC, Dr. Bagus Nurul Iman M.Pd.
Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran sivitas akademika UMC untuk mencegah plagiarisme, menjaga orisinalitas penelitian, serta membangun budaya keilmuan yang unggul, berintegritas, dan berkemajuan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Sesditjen Saintek), Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., menyampaikan pentingnya penguatan integritas akademik di hadapan para dosen UMC pada Kamis (29/10/2026).
Dalam paparannya, Dr. Samsuri menekankan bahwa integritas akademik merupakan unsur mendasar dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi, penelitian, dan publikasi ilmiah. Setiap karya ilmiah harus lahir melalui proses yang menjunjung kejujuran, objektivitas, transparansi, serta tanggung jawab akademik.
"Integritas akademik harus menajdi landasan dalam menghasilkan karya ilmiah. Kejujuran, kebenaran ilmiah, dan tanggung jawab merupakan nilai penting yang harus dijaga oleh seluruh sivitas akademika," ucapnya.
Lebih lanjut, Kepala LLDIKTI IV Wilayah Jabar dan Banten Periode 2022 - 2025 ini menegaskan bahwa pembinaan integritas akademik mencakup empat langkah strategis, yakni perumusan kebijakan, penetapan peraturan, sosialisasi regulasi, serta internalisasi nilai integritas akademik melalui kebijakan dan program Tridharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.
Keempat langkah tersebut menjadi pedoman bagi perguruan tinggi dalam membangun sistem akademik yang mampu mencegah pelanggaran etika sekaligus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.
Mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik dalam Menghasilkan Karya Ilmiah, Dr. Samsuri turut menguraikan prinsip-prinsip integritas akademik yang meliputi kejujuran, kebenaran ilmiah, kepercayaan, keadilan, kehormatan, penghargaan, tanggung jawab, keteguhan hati, ketulusan, dan keberanian.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada berbagai bentuk pelanggaran integritas akademik, seperti fabrikasi, falsifikasi, plagiasi, kepengarangan tidak sah, konflik kepentingan, serta pengajuan jamak.
Sejumlah kasus penyimpangan karya ilmiah yang pernah menjadi sorotan media nasional turut ditampilkan sebagai bahan refleksi bersama. Kasus dugaan pemalsuan identitas dalam konferensi internasional hingga pencabutan gelar akademik memperlihatkan pentingnya pengawasan terhadap proses penelitian dan publikasi.
Dalam konteks tersebut, dosen memiliki peran strategis sebagai pendidik, peneliti, sekaligus teladan dalam menanamkan budaya akademik yang berlandaskan kejujuran dan tanggung jawab ilmiah kepada mahasiswa.
Kunjungan Ditjen Saintek ke UMC menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya penerapan integritas dalam seluruh aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penguatan integritas akademik juga diharapkan dapat mendorong terciptanya tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada mutu.
Lebih penting lagi, integritas akademik akan menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kredibilitas, manfaat sosial, dan memperoleh kepercayaan masyarakat.