Bersama Panitia CIS Al-Hikmah 2026, Prof. Rokhmin Dahuri dan Dekan FEB UMC Kick Off Green Action 1.000 Bibit Pohon
UMCPRESS.ID - Anggota DPR RI sekaligus Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., mengajak generasi muda menjadi pribadi unggul, memperkuat jejaring sosial, dan meningkatkan kualitas spiritual. Pesan tersebut disampaikannya dalam Refleksi Sumpah Pemuda ke-98 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon (FEB UMC), Jumat (30/10/2026).
Kegiatan bertema “Green Economy for Sustainable Living: Tumbuhkan Optimisme di Tengah Badai” tersebut sekaligus menjadi momentum kick off Green Action 2026 berupa gerakan 1.000 bibit pohon. Program ini merupakan bentuk kolaborasi FEB UMC dengan panitia Competition for Islamic Students (CIS) Al-Hikmah Cirebon.

Di hadapan mahasiswa, Prof. Rokhmin menekankan tiga prinsip meraih kesuksesan, yakni menjadi yang terbaik (try to be the best), membangun silaturahmi (networking) tanpa rasa dengki, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Jadi manusia yang terbaik, sesuai kelebihan yang dimiliki. Yakinlah setiap orang punya kelebihan, maksimalkan kemampuan itu untuk menjadi yang terbaik dan meraih prestasi,” tegas Prof. Rokhmin.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004 tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan kecerdasan dan kerja keras, tetapi juga ketekunan, hubungan baik dengan sesama, serta kekuatan spiritual.
Ia bahkan meminta seorang peserta membacakan Surah Al-Isra ayat 79 yang menjelaskan anjuran melaksanakan salat Tahajud sebagai ibadah tambahan.
Menurutnya, generasi muda perlu menjaga salat lima waktu, membiasakan Tahajud, serta terus berikhtiar dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rokhmin juga mengapresiasi inisiatif FEB UMC yang mengintegrasikan refleksi kebangsaan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui Green Action 1.000 Bibit Pohon.
“Saya bangga melihat kolaborasi mahasiswa FEB UMC dan siswa SMA PTQT Al-Hikmah. Inilah wujud Sumpah Pemuda, harus lebih berdaya,” ujarnya.
Gerakan penghijauan tersebut sekaligus mendukung kegiatan CIS Al-Hikmah 2026, sebuah ajang kompetisi tahunan yang diselenggarakan Pesantren Tahfidz Quran Terpadu (PTQT) Al-Hikmah Cirebon sejak 2012.
Kolaborasi mahasiswa dan pelajar tersebut diharapkan memperkuat kesadaran lingkungan, kepedulian sosial, serta semangat persatuan lintas lembaga pendidikan.
Indonesia Kaya Sumber Daya, Kesejahteraan Harus Merata
Dalam pemaparannya, Prof. Rokhmin turut menyoroti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang dinilainya belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Padahal, Indonesia itu seharusnya jadi negara kaya. Indonesia punya potensi besar di berbagai sektor. Masalahnya, potensi kekayaan yang ada belum bisa dikelola dan diberdayakan untuk kemakmuran rakyat,” ungkapnya.
Ia menilai kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan pembangunan nasional. Bahkan, menurutnya, sebagian kekayaan Indonesia masih terkonsentrasi pada kelompok ekonomi tertentu.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan kewirausahaan, dan memanfaatkan potensi daerah melalui pendekatan ekonomi hijau.

Sementara itu, Dekan FEB UMC, Assoc. Prof. Dr. Asep Gunawan, M.Si., CHRA, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri yang untuk pertama kalinya memberikan pembekalan langsung di lingkungan FEB UMC.
Menurut Asep, pengalaman dan pemikiran Prof. Rokhmin menjadi inspirasi penting bagi mahasiswa untuk membangun karakter, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
Ia berharap mahasiswa mampu meneladani semangat kerja keras, integritas, dan komitmen untuk terus berbuat baik dalam berbagai situasi.
Acara ditutup dengan dialog interaktif mengenai penerapan ekonomi hijau di Cirebon, peluang pengembangan potensi daerah, serta peran generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi global.