Pelukan Hangat Mendikdasmen untuk Siswa TK Labschool UMC: Kelak Mereka Akan Bercerita, Pernah Dipeluk Pak Menteri
UMCPRESS.ID - Tangan-tangan kecil itu terulur polos. Sebagian anak tersenyum lebar, sebagian lainnya masih tampak malu-malu. Di hadapan mereka berdiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Tanpa jarak, ia mendekat, menyapa, lalu memeluk anak-anak TK Labschool Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Senin, 28 September 2026, menjadi hari yang mungkin belum sepenuhnya mereka pahami maknanya. Namun kelak, ketika usia mereka bertambah dan seragam TK itu hanya tinggal kenangan, perjumpaan tersebut bisa menjadi salah satu cerita masa kecil yang paling lama tersimpan.
Pagi itu, Prof Abdul Mu’ti hadir bersama sang istri, Hj. Masmidah. Kedatangan keduanya langsung disambut penuh semangat oleh siswa-siswi TK Labschool UMC.
Anak-anak menampilkan silat dan tarian. Gerak mereka lincah. Wajah mereka penuh antusiasme. Suasana semakin hidup ketika suara kecil mereka terdengar kompak meneriakkan yel-yel penyambutan.
“Selamat datang Ayahanda Menteri...”
Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi terasa hangat.
Prof Abdul Mu’ti tampak menikmati setiap penampilan. Ia tersenyum, memberi perhatian, lalu kembali mendekati anak-anak. Tidak ada sekat resmi yang terasa. Yang tampak justru perjumpaan akrab antara seorang Menteri Pendidikan dengan anak-anak usia dini yang menyambutnya tanpa kepura-puraan.
Kepala TK Labschool UMC, Tira Oktaviani, S.Pd., mengaku bahagia. Baginya, kedatangan Mendikdasmen merupakan pengalaman istimewa bagi sekolah, guru, dan terutama anak-anak.
Kehangatan itu turut disaksikan Rektor UMC Arif Nurudin, M.T., Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Badawi, S.E., M.Si., Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Dr. Dewi Nurdianti, M.Pd., serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd.
Sejumlah dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMC juga hadir. Tampak pula pimpinan PDM, PWM, Bupati Cirebon, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah wilayah Ciayumajakuning, serta para tamu undangan lainnya.
Namun di tengah kehadiran banyak tokoh penting itu, pusat perhatian tetaplah anak-anak kecil tersebut.
Mereka mungkin belum mengerti apa itu kementerian. Mereka mungkin juga belum memahami bahwa orang yang memeluk mereka pagi itu merupakan salah satu tokoh yang memegang tanggung jawab besar dalam pendidikan nasional.
Tetapi memori tidak selalu menunggu seseorang memahami sebuah peristiwa untuk menyimpannya.
Suatu hari nanti, ketika mereka telah tumbuh besar, mungkin foto-foto dari hari itu kembali dibuka. Barangkali mereka akan menunjuk dirinya sendiri dan berkata kepada orang tua, sahabat, atau bahkan anak-anak mereka kelak, “Itu saya. Waktu TK, saya pernah bertemu Menteri Pendidikan.”
Cerita sederhana itu bisa bertahan lebih lama daripada acara yang berlangsung hanya beberapa jam.
Tentang panggung kecil. Tentang silat dan tarian. Tentang yel-yel “Ayahanda Menteri”. Tentang senyum. Tentang tangan kecil yang disambut hangat. Dan tentang pelukan yang suatu hari baru benar-benar mereka pahami nilainya.
Bagi TK Labschool UMC, hari itu bukan hanya tentang menerima seorang tamu negara.
Hari itu adalah tentang memberi anak-anak sebuah pengalaman.
Pengalaman yang sangat mungkin tumbuh bersama mereka, disimpan dalam ingatan, lalu dibawa menjadi cerita sepanjang kehidupan.