Empat Mahasiswa FKIP UMC Siap Jalani KKN Internasional Selama 27 Hari di Malaysia
UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) melepas empat mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Malaysia selama 27 hari. Pelepasan berlangsung di Kampus 2 FKIP UMC, Cirebon, Selasa, 29 September 2026.
Empat mahasiswa yang mengikuti program tersebut yakni Aulia Fathurrahman dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), M. Wildan Alfarieq dari Program Studi Pendidikan Matematika, Adinda Aulia Fauziyah dari Program Studi Pendidikan Kimia, serta Zavvira Sabrinna dari Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD).
Kegiatan pelepasan turut dihadiri jajaran pimpinan program studi di lingkungan FKIP UMC, yakni Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, M.A.,Wakil Dekan FKIP, Norma Bastian, M.Pd, Kaprodi Pendidikan Kimia Dr. Indah Karina Yulina, S.Pd., M.Si., Kaprodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Dr. Widia Nur Jannah, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Matematika Sumliyah, M.Pd., serta Kaprodi PG-PAUD UMC Dr. Cucu Sopiah, M.Pd.

Selama berada di Malaysia, para mahasiswa akan mengikuti rangkaian kegiatan pengabdian, pendidikan, dan interaksi sosial yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat serta komunitas pendidikan Indonesia di Malaysia. Kegiatan tersebut juga terhubung dengan lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.
Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam KKN Internasional menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kompetensi, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan lintas budaya.
Menurutnya, pengalaman internasional tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga melatih mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dalam situasi nyata di masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu membawa nama baik UMC, menjaga sikap, disiplin, dan menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu berkontribusi di lingkungan internasional. Gunakan kesempatan ini untuk belajar, membangun jejaring, dan memperoleh pengalaman sebanyak-banyaknya,” kata Arif Nurudin.
Internasionalisasi Muhammadiyah
Ia menambahkan, program internasional menjadi wujud dari internasionalisasi Muhammadiyah salah satu sarana untuk memperkuat pengalaman mahasiswa di luar kampus. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta pemahaman terhadap perbedaan budaya.
Senada dengan itu, Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, M.A., mengapresiasi keberanian dan kesiapan empat mahasiswa yang terpilih mengikuti KKN Internasional tersebut.

Ia berharap para mahasiswa mampu menjalankan seluruh kegiatan dengan baik, menjaga nama baik kampus, serta menerapkan kompetensi akademik yang telah diperoleh dari masing-masing program studi.
“Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan program studi, tetapi juga membawa nama FKIP dan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Kami berharap mereka dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan kembali dengan pengetahuan serta pengalaman baru,” ujarnya.
Dr. Fikriyah juga mendorong para mahasiswa untuk aktif berinteraksi dengan masyarakat, memahami kondisi pendidikan setempat, serta mendokumentasikan berbagai praktik baik yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Indonesia.
Program KKN Internasional selama 27 hari ini diharapkan memperkuat komitmen UMC dalam memberikan pengalaman pembelajaran global kepada mahasiswa. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pengembangan kompetensi akademik, sosial, profesional, dan wawasan internasional mahasiswa FKIP UMC.
Perlu diketahui, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program Kantor Urusan Internasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai negara di kawasan ASEAN, salah satunya Malaysia. Kolaborasi internasional tersebut membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan sosial dalam lingkungan lintas budaya.