Hadiri Milad ke-26, Mendikdasmen Akui Keunggulan UMC Jadi Penggerak Kemajuan Cirebon

Hadiri Milad ke-26, Mendikdasmen Akui Keunggulan UMC Jadi Penggerak Kemajuan Cirebon

UMCPRESS.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menghadiri puncak Milad ke-26 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Senin, 28 September 2026.

Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas perguruan tinggi yang tumbuh di dalamnya. Karena itu, ketika perguruan tinggi Muhammadiyah mampu tampil unggul, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, maka daerah tersebut memiliki kekuatan besar untuk bergerak maju.

"Kemajuan UMC juga  termasuk pada rencana pembangunan UMC Tower sebagai bagian dari unit usaha kampus. Kawasan tersebut juga dirancang memiliki taman, landmark, serta ruang wisata religi dan edukasi," katanya. 

Menurut Prof Abdul Mu’ti, pengembangan tersebut perlu dibangun dalam semangat fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan. Perguruan tinggi Muhammadiyah, katanya, harus berkembang dengan prinsip profesional, berkualitas, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa salah satu tujuan berdirinya negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap warga negara memiliki hak memperoleh pendidikan dan negara berkewajiban memastikan layanan pendidikan dapat diakses secara layak.

“Kalau kampus Muhammadiyah berkualitas, maka kualitas pendidikan nasional juga akan semakin baik,” ujarnya.

Prof Abdul Mu’ti menyebut perguruan tinggi Muhammadiyah perlu memiliki sejumlah karakter keunggulan. Di antaranya spirit Islam berkemajuan, kekuatan iman yang diwujudkan melalui amal saleh, nilai ihsan, serta semangat fastabiqul khairat.

Menurutnya, nilai tersebut harus diterjemahkan dalam profesionalisme dan budaya inovasi. Kampus tidak cukup hanya menjalankan rutinitas pendidikan, tetapi harus menghadirkan perbaikan dan pembaruan secara konsisten.

“Harus excellent, tidak boleh abal-abal. Harus memiliki keunggulan dan nilai dasar yang memotivasi untuk menjadi yang terbaik,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat tajdid atau pembaruan. Pembaruan tidak hanya menyangkut pemikiran keagamaan, tetapi juga pola pikir, cara bergerak, serta kemampuan membaca perubahan dunia.

Abdul Mu’ti menyinggung berbagai tantangan masa depan, termasuk perubahan ekologis, konvergensi budaya, kehidupan di era digital, serta perkembangan kecerdasan buatan. Karena itu, mahasiswa harus mempersiapkan kemampuan yang tidak hanya bertumpu pada nilai akademik.

Menurutnya, mahasiswa perlu menjadi pribadi yang knowledgeable, capable, tetapi tetap rendah hati. Kemampuan literasi digital, kecerdasan buatan, berpikir kritis, negosiasi, komunikasi, dan kepemimpinan juga semakin diperlukan.

“Pintar saja tidak cukup. IPK tinggi tidak cukup. Harus memiliki berbagai keterampilan dan kemampuan untuk memimpin,” ujarnya.

Ia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan masa kuliah sebagai momentum membangun masa depan. Prof Abdul Mu’ti menyampaikan pesan, “Your future starts from here, UMC. This is the right university.”

Ia juga mengutip gagasan Paul Arden melalui kalimat It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want to Be. Menurutnya, masa depan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan seseorang saat ini, tetapi juga oleh kemauan untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik.

Puncak Milad ke-26 UMC mengusung tema “Menembus Batas Inovasi: Berbasis Budaya, Unggul di Era Digital.”Rektor UMC Arif Nuruddin, S.T., M.T., menyebut momentum tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik, inovasi, budaya, serta nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan UMC, BPH UMC, PWM Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cirebon, pimpinan perguruan tinggi di wilayah Ciayumajakuning, para dekan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta keluarga besar Universitas Muhammadiyah Cirebon.