Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa FEB Ikuti Training SIAPIK KPwBI Cirebon

Tingkatkan Literasi Keuangan,  Mahasiswa FEB Ikuti Training SIAPIK KPwBI Cirebon

UMCPRESS.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menggelar Training of Trainers (ToT) Pelatihan Penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan trainer dari Konsultan PUMKM KPwBI Cirebon, Agung Suharyana.

Pelatihan tersebut diikuti mahasiswa perwakilan perguruan tinggi di wilayah Ciayumajakuning. Di antaranya, 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon (FEB UMC) yang terdiri atas tujuh mahasiswa Program Studi Akuntansi dan tiga mahasiswa Manajemen, serta 10 mahasiswa FEB Universitas Gunung Djati (UGJ).

Dari peserta FEB UMC, empat mahasiswa dinilai unggul karena mampu menyelesaikan soal secara cepat dan tepat, yakni Ayu Rosita (AK23C), Najhwa Ayu Putri Manesa (AK23B), Dwi Malinda (AK24B), dan Syifa Annatasya Nandini (AK24A). Atas capaian tersebut, mereka memperoleh penghargaan dari KPwBI Cirebon.

Dosen pendamping FEB UMC, Surono, SE., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai pendamping dan pengajar di bidang literasi keuangan.

“Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kapasitas pendamping dan pengajar dalam meningkatkan literasi serta tata kelola keuangan pelaku usaha dan lembaga berbasis komunitas,” ujarnya.

Sementara itu, Manajer Fungsi Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah KPwBI Cirebon, Muhammad Harun Al Rasyid, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tahun 2025, UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menyerap 97 persen tenaga kerja, dengan jumlah lebih dari 64 juta unit usaha, serta menyumbang 15,7 persen terhadap ekspor nasional.

Untuk mendukung pengembangan UMKM, Bank Indonesia mendorong tiga strategi utama, yakni kebijakan, implementasi, dan sinergi. Upaya ini diwujudkan melalui penguatan korporatisasi, peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan, serta fasilitasi UMKM secara end-to-end, termasuk digitalisasi pencatatan keuangan usaha.

SIAPIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan yang dikembangkan Bank Indonesia sejak 2017 bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia. Aplikasi ini dirancang sederhana, mudah digunakan, dan komprehensif, sehingga dapat dimanfaatkan UMKM secara gratis. SIAPIK membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan, seperti laporan laba rugi, neraca, arus kas, serta perubahan modal.

Pada 2026, Bank Indonesia Cirebon juga akan meluncurkan Program SPIRIT (SIAPIK Program: Integrated & Reliable Transformation), sebagai bentuk kolaborasi antara Bank Indonesia, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam pendampingan UMKM. Program ini mengintegrasikan pendampingan mahasiswa secara intensif dengan standardisasi pencatatan keuangan berbasis SIAPIK serta monitoring usaha berbasis data.

Kegiatan ToT SIAPIK menjadi bagian dari proses seleksi mahasiswa yang akan terlibat dalam program tersebut. Melalui Program SPIRIT, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pendampingan langsung kepada UMKM, mulai dari edukasi literasi keuangan, penggunaan SIAPIK, hingga penyusunan laporan keuangan yang terstandar.