Philippine Women University Gandeng FEB UMC Gelar Konferensi Internasional 2026
UMCPRESS.ID - Kolaborasi internasional kembali diperkuat melalui penyelenggaraan 1st International Conference and Doctoral Research Presentation yang digagas oleh Philippine Women University (PWU) bersama Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan bergengsi ini mengusung tema besar “Global Social and Business Transformation: Innovation, Sustainability, and Strategic Leadership in the Digital Era”, sebagai respons atas dinamika global yang semakin kompleks di era digital.
Konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada 16–18 April 2026 ini akan digelar secara hybrid, menggabungkan format luring dan daring guna menjangkau partisipasi internasional yang lebih luas.
Konferensi ini juga semakin bergengsi dengan kehadiran para pembicara pembuka dari berbagai negara dan institusi terkemuka, yakni Prof. Dr., DBA Felina C. Young selaku Chancellor Philippine Women’s University, Prof. Dr Komarudin selaku Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi selaku Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Nina Yulianti selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Filipina, Dr Shirley C. Agrupis selaku Chairperson Commission on Higher Education (CHED) Filipina, Prof. Emer., Dr. Barjoyai Bardai dari Management and Science University (MSU) Malaysia, serta Nozomi Kawarazuka dari International Potato Center (CIAT). Kehadiran para tokoh ini semakin memperkuat kualitas dan reputasi internasional konferensi tersebut.
Kaprodi Manajemen FEB UMC, Puspa Dewi Yulianti, M.M menegaskan bahwa kolaborasi antara PWU dan FEB UMC merupakan langkah konkret dan strategis dalam memperkuat jejaring akademik lintas negara. Menurutnya, kerja sama ini membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam forum ilmiah internasional serta memperluas dampak riset yang dihasilkan.
Puspa yang juga menjadi salah satu pembicara dalam konferensi ini turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para narasumber dari berbagai negara. Ia menyambut hangat para pembicara internasional yang akan berbagi perspektif dan pengalaman dalam bidang masing-masing.
“Kami merasa terhormat dapat menghadirkan para akademisi dan praktisi dari berbagai belahan dunia. Kehadiran mereka akan memperkaya diskusi dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depan,” ujarnya.
Selain itu, UMC direncanakan menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PWU sebagai tindak lanjut dari kolaborasi ini. Bahkan, kedua institusi juga akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan resmi kerja sama strategis di berbagai bidang.
Dalam dokumen MoU tersebut disebutkan bahwa Philippine Women’s University merupakan institusi pendidikan tinggi terkemuka di Filipina yang dikenal atas keunggulan dalam pengajaran dan penelitian, serta komitmennya dalam menyediakan pendidikan yang transformatif, inklusif, dan terjangkau.
Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Cirebon diposisikan sebagai perguruan tinggi yang memiliki keunggulan kompetitif dalam pendidikan dan riset dengan mengedepankan nilai multikulturalisme, kearifan lokal, serta pengembangan kepemimpinan masa depan dan kewirausahaan.
Kedua pihak menyatakan kesamaan visi untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan, khususnya dalam pengembangan program pendidikan, penelitian, dan pelatihan. Kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkaya kualitas akademik melalui pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta eksplorasi berbagai peluang kolaboratif di tingkat internasional.
Selain sesi presentasi ilmiah, kegiatan ini juga akan diisi dengan diskusi panel, pertukaran ide, serta peluang kolaborasi riset lintas institusi. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa doktoral, peneliti, akademisi, hingga praktisi industri, akan mendapatkan ruang untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka sekaligus membangun jejaring profesional yang berkelanjutan.
"Agenda ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi industri, hingga pengambil kebijakan untuk bertukar gagasan, hasil riset, serta inovasi terbaru yang relevan dengan transformasi sosial dan bisnis global," pungkas puspa.