FAI UMC Raih Penghargaan Mitra Strategis dari Kanwil Ditjenpas Jawa Barat

FAI UMC Raih Penghargaan Mitra Strategis dari Kanwil Ditjenpas Jawa Barat

UMCPRESS.ID - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon (FAI UMC) resmi menerima Piagam Penghargaan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa BaratPenghargaan bernomor WP.11.UM.03.03-4367 ini diserahkan dalam momentum krusial peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 Tahun 2026FAI UMC dinilai sukses membangun kerja sama yang berdampak sistemik dalam ekosistem pemasyarakatan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, A.Md.IP., S.Sos., M.H., mendapuk FAI UMC sebagai mitra strategis yang menunjukkan dedikasi luar biasaKontribusi nyata kampus ini dinilai mampu mengakselerasi kualitas pembinaan spiritual, keamanan, rehabilitasi, hingga program reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ciamis.

Sinergi antara dunia akademis dan institusi pemasyarakatan ini merupakan langkah taktis dalam menghadirkan pelayanan luar biasaLewat jargon "IMIPAS PRIMA" dan semangat "Bangga Melayani Bangsa", kolaborasi tersebut melahirkan program-program pembinaan yang lebih humanis dan aplikatif.

"Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan di Wilayah Jawa Barat," bunyi petikan piagam yang diresmikan pada 23 April 2026 tersebut.

Keterlibatan aktif FAI UMC dalam Lapas Kelas IIB Ciamis memberikan warna baru pada pola pembinaan karakter. Raihan penghargaan ini didasarkan atas kesuksesan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) dalam hal pemberian psikoterapi bagi para narapidana. Melalui aksi nyata di lapangan, tim FAI UMC secara konsisten menerapkan metode self-healing, layanan konseling mendalam, hingga program trauma healing untuk memulihkan kondisi psikologis warga binaan. Melalui pendekatan keagamaan yang inklusif ini, para akademisi berhasil menyuntikkan motivasi moral yang kuat sekaligus mempersiapkan mereka agar siap kembali dan diterima oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Dekan FAI UMC, Associate Prof. Aip Syarifudin, M.Pd.I, menyambut baik penghargaan ini sebagai bukti otentik bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial yang melampaui dinding ruang kelas.

"Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan sebuah amanah besar bagi kami di FAI UMC untuk terus konsisten menebar kemanfaatan. Melalui program intervensi psikoterapi seperti self-healing dan trauma healing, kami ingin memastikan bahwa para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mengalami pemulihan jiwa yang utuh agar siap menjadi pribadi yang baru dan produktif saat kembali ke masyarakat nanti," ujar Aip di ruang kerjanya, Sabtu, 16 Mei 2026.

Hal senada juga disampaikan Kaprodi Tasawuf dan Psikoterapi, Dr. Sri Maryati, MA. Ia mengatakan bahwa implementasi klinis di lapangan menjadi bukti bahwa keilmuan tasawuf dan psikoterapi sangat aplikatif dalam mereduksi tingkat stres serta memulihkan trauma psikologis para narapidana, sehingga mempercepat proses reintegrasi sosial mereka.

Bagi Kaprodi, dengan terjun langsung ke dalam lembaga pemasyarakatan, Prodi Tasawuf dan PsikoterapiUMC tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga ikut menyelesaikan problem sosial kedisiplinan dan moralitas secara  riilLangkah progresif ini diharapkan mampu memicu institusi pendidikan lain di Jawa Barat untuk ikut ambil bagian dalam memanusiakan manusia melalui jalur kemitraan strategis

"Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62 ini pun menjadi tonggak baru bagi Kanwil Ditjenpas Jabar dan UMC untuk terus menggulirkan inovasi pelayanan yang adaptif demi masa depan warga binaan yang lebih cerah," tutup Kaprodi.