Masjid Raya UMC Jadi Saksi: Prof Rokhmin Dahuri Tegaskan Itqan sebagai Fondasi Etos Kerja Modern
UMCPRESS.ID - Di tengah dunia modern yang bergerak cepat dan kompetitif, kualitas kerja tidak lagi cukup diukur dari seberapa cepat suatu pekerjaan diselesaikan, tetapi dari seberapa baik pekerjaan itu dilakukan. Dalam perspektif Islam, prinsip tersebut dikenal dengan konsep itqan, yaitu sikap bersungguh-sungguh, teliti, dan menghasilkan karya dengan kualitas terbaik.
Demikian disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Prof Rokhmin Dahuri pada kegiatan “Pengajian, Pembinaan, dan I’tikaf Ramadhan 1447 H” yang digelar di Masjid Raya Universitas Muhammadiyah Cirebon, Sabtu (14/3).
Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa nilai itqan menjadi landasan penting untuk membangun etos kerja profesional di tengah tantangan kehidupan modern.

Di hadapan civitas akademika dan jamaah yang hadir, Prof Rokhmin menjelaskan bahwa itqan merupakan konsep Islam yang menekankan kesungguhan, ketelitian, dan kualitas dalam setiap pekerjaan. Menurut Prof Rokhmin, prinsip tersebut mengajarkan bahwa setiap aktivitas manusia tidak cukup hanya diselesaikan, tetapi harus dilakukan secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
“Dalam Islam, itqan berarti menyempurnakan pekerjaan dengan kualitas terbaik. Ini bukan hanya soal hasil, tetapi juga keseriusan dalam prosesnya,” ujar Prof Rokhmin.
Prof Rokhmin mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Thabrani dan Baihaqi yang menyebutkan bahwa Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia melakukannya secara profesional.
Nilai tersebut, kata Prof Rokhmin, sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam Surah An-Naml ayat 88 yang menggambarkan bagaimana Allah menciptakan segala sesuatu dengan kesempurnaan.
Dalam konteks kehidupan modern, Prof Rokhmin menilai konsep itqan sangat relevan untuk membangun budaya kerja yang akuntabel dan berkualitas. Prof Rokhmin menyebut bahwa prinsip ini dapat menjadi fondasi etika profesional dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pelayanan publik, hingga pengelolaan negara.
Menurut Prof Rokhmin, penerapan itqan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membiasakan fokus pada proses kerja, meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta melakukan evaluasi diri secara rutin. Prof Rokhmin juga menekankan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah sehingga setiap aktivitas memiliki nilai spiritual sekaligus sosial.
“Jika itqan benar-benar diterapkan, maka akan lahir budaya kerja yang tidak sekadar mengejar target, tetapi juga menghasilkan kualitas terbaik yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Prof Rokhmin.
Prof Rokhmin juga menyoroti pentingnya konsep tersebut dalam tata kelola pemerintahan. Prof Rokhmin menyebut bahwa prinsip itqan menuntut penempatan pejabat berdasarkan kompetensi dan kapasitas, sehingga jabatan publik diisi oleh individu yang memiliki keahlian dan integritas.

Selain itu, Prof Rokhmin menilai itqan juga mendorong perumusan kebijakan berbasis data dan analisis yang matang, bukan sekadar keputusan reaktif. Dengan demikian, setiap program pembangunan dapat dijalankan secara terencana, disiplin, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang.
Kegiatan pengajian Ramadhan di Universitas Muhammadiyah Cirebon tersebut menjadi ruang refleksi bagi civitas akademika untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus profesionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemahaman tentang itqan, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan etos kerja yang tinggi.
“Prinsip itqan harus menjadi karakter umat. Jika setiap orang bekerja dengan kualitas terbaik, maka masyarakat dan bangsa ini akan maju dengan fondasi moral yang kuat,” tutup Prof Rokhmin.