Gelar Yudisium, Dekan: Tidak Menutup Kemungkinan, Calon Mendikdasmen dari FKIP UMC

Gelar Yudisium, Dekan: Tidak Menutup Kemungkinan, Calon Mendikdasmen dari FKIP UMC

UMCPRESS.ID - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelarYudisium Tahun Akademik 2025/2026  di Hotel Grage Cirebon, Selasa, 15 September 2026. Yudisium menjadi momentum penting bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan sekaligus menandai kesiapan para lulusan memasuki dunia profesional.

Rektor UMC, Arif Nurudin MT, mengatakan yudisium merupakan momentum untuk memberikan apresiasi atas perjuangan mahasiswa selama menempuh pendidikan sekaligus menjadi awal bagi lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang diperoleh di tengah masyarakat.

“Lulusan UMC harus mampu membawa nama baik almamater dengan menunjukkan kompetensi, integritas, dan kontribusi nyata. Apa yang diperoleh selama berada di kampus harus menjadi bekal untuk menghadapi tantangan dan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, lulusan FKIP memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui dunia pendidikan. Para lulusan diharapkan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal, tetapi terus mengembangkan kemampuan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, M.A., mengatakan yudisium bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda atas proses panjang yang telah dilalui mahasiswa selama menempuh pendidikan di FKIP UMC.

Menurutnya, yudisium menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan, kerja keras, serta berbagai pengalaman akademik dan nonakademik yang telah membentuk karakter para lulusan. Karena itu, ia berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu membawa ilmu dan nilai-nilai pendidikan ke tengah masyarakat.

Dr. Fikriyah bahkan berkelakar bahwa tidak menutup kemungkinan dari FKIP UMC akan lahir pemimpin bangsa, termasuk seorang menteri.

“Tidak menutup kemungkinan dari FKIP UMC lahirlah calon menteri, minimal Mendikdasmen. Who knows?” ujar Dr. Fikriyah.

Namun, di balik canda tersebut, ia menegaskan bahwa harapan itu merupakan keseriusan FKIP UMC dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

Yudisium tersebut turut dihadiri jajaran pejabat utama UMC dan FKIP. Hadir Wakil Rektor I UMC Dr. Badawi, Wakil Rektor II Dr. Dewi Nurdiyanti, S.ST., M.Pd., serta Wakil Rektor III UMC Dr. Bagus Nurul Iman.

Selain itu, hadir Wakil Dekan FKIP Norma Bastian, Kepala Biro SDM Dr. Aiman, para Ketua Program Studi (Kaprodi) di lingkungan FKIP, serta seluruh dosen FKIP UMC. Kehadiran jajaran pimpinan dan sivitas akademika tersebut menjadi bagian dari dukungan institusi terhadap perjalanan akademik para lulusan.

Dalam yudisium tersebut, sejumlah mahasiswa tercatat sebagai lulusan terbaik dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) membanggakan.

Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), lulusan terbaik diraih Sri Rohana Fitriyah dengan IPK 3,97, disusul Vira Nur Hasanah dan Ai Firna yang sama-sama meraih IPK 3,96.

Pada PGPAUD, May Damayanti menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,82, diikuti Nida Nursyahidayah 3,80 dan Amel Muliya 3,74.

Sementara Pendidikan Kimia mencatat Hunneni dengan IPK 3,46, Khometa Pawangsari 3,42, dan Khoridatus Solihah 3,37. Pendidikan Bahasa Inggris menempatkan Ade Putriawati sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,89, diikuti Alvina Putri Damayanti 3,88 dan Dinar Nurhidayah 3,85.

Untuk Pendidikan Matematika, Saeful Hakim meraih IPK 3,86, Siti Novelia Ramadanti 3,72, dan Tiara Pradita 3,68. Sedangkan Pendidikan IPA menempatkan Syifa Fitra Nur Rahima dengan IPK 3,89, Ayudia Sahla Rahmania 3,88, dan Dea Yulianti 3,83.

Yudisium menjadi penanda dimulainya perjalanan baru para lulusan FKIP UMC untuk mengabdikan kompetensi dan keilmuannya bagi kemajuan pendidikan, masyarakat, dan bangsa.