Prodi Ilmu Keolahragaan UMC Kolaborasi dengan PSSI Kabupaten Cirebon Gelar Kursus Pelatih Lisensi D

Prodi Ilmu Keolahragaan UMC Kolaborasi dengan PSSI Kabupaten Cirebon Gelar Kursus Pelatih Lisensi D

UMCPRESS.ID - Prodi Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) berkolaborasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Cirebon dalam menggelar Kursus Pelatih Sepakbola Lisensi D Diploma sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kualitas, dan profesionalisme pelatih sepak bola di tingkat akar rumput. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Stadion Watubelah, Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/9/2026).

Pembukaan kursus dihadiri Ketua KONI Kabupaten Cirebon Agus Kurniawan Budiman, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Cirebon Dudi Suryadarma, serta Ketua PSSI Kabupaten Cirebon Mutakin Billah. Sebanyak 60 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon mengikuti kursus yang berlangsung selama tiga pekan, yakni 12–13 September, 19–20 September, dan 26–27 September 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu tersebut melibatkan empat coach educator yang memberikan materi teori dan praktik kepelatihan. Kolaborasi PSSI Kabupaten Cirebon dengan Prodi Ilmu Keolahragaan UMC menjadi bagian dari sinergi antara organisasi sepak bola dan perguruan tinggi dalam memperkuat sumber daya manusia di bidang olahraga, khususnya kepelatihan sepak bola.

Dosen Prodi Ilmu Keolahragaan UMC, Risa Hadi, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Kursus Pelatih Sepakbola Lisensi D tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih merupakan bagian penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berkualitas, terutama karena pelatih memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan teknik, pemahaman permainan, disiplin, dan karakter atlet sejak usia dini.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena peningkatan kualitas pelatih akan memberikan dampak langsung terhadap proses pembinaan pemain. Kolaborasi antara PSSI dan perguruan tinggi juga menjadi langkah positif untuk mempertemukan pengalaman praktis di lapangan dengan pengetahuan akademik di bidang keolahragaan,” ujar Risa.

Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak hanya membutuhkan pemain berbakat, tetapi juga pelatih yang memiliki kompetensi dan pemahaman metodologi latihan yang tepat. Karena itu, keberadaan kursus berlisensi menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

Coach Educator yang ditunjuk PSSI Jawa Barat, Edy Syahputra, mengatakan Kursus Lisensi D merupakan jenjang awal dalam pendidikan kepelatihan sepak bola. Pelaksanaan pada akhir pekan dipilih karena mayoritas peserta memiliki aktivitas pada hari kerja.

“Kursus ini diselenggarakan setiap pekan, hari Sabtu dan Minggu. Pesertanya orang-orang yang memang full kegiatan. Pada saat Sabtu–Minggu itulah mereka punya waktu,” ujar Edy.

Ia menjelaskan, setiap kelas didampingi instruktur atau coach educator. Peserta mendapatkan pembelajaran teori pada pagi hari dan dilanjutkan sesi praktik pada sore hari. Pola tersebut dirancang agar peserta memperoleh pemahaman yang seimbang antara konsep kepelatihan dan penerapannya di lapangan.

Menurut Edy, materi Lisensi D lebih diarahkan pada pemahaman fundamental permainan sepak bola, terutama sebagai bekal bagi pelatih yang menangani pemain usia dini dan kelompok grassroots.

“Ketika mereka selesai dari sini langsung terjun praktik untuk melatih usia dini. Dalam istilah sepak bola, latihan untuk para pemula atau grassroots. Lebih banyak difokuskan di fundamental sepak bola,” katanya.

Edy menambahkan, peningkatan jumlah pelatih bersertifikat diperlukan untuk memperkuat pembinaan di sekolah sepak bola (SSB). Ia berharap semakin banyak SSB memiliki pelatih yang berpengetahuan, kompeten, bersertifikat, serta memiliki pemahaman dan filosofi kepelatihan yang selaras.

“Goal-nya semua SSB mempunyai pelatih yang berilmu dan mempunyai filosofi sepak bola yang sama, dan bersertifikat. Pelatih berkualitas pasti melahirkan pemain berkualitas,” ujarnya.

Sekretaris Umum PSSI Kabupaten Cirebon Arif Irmansyah S.H. mengatakan kursus tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan, terutama pada level akar rumput.

“Melalui kursus ini, kami berharap semakin banyak pelatih di Kabupaten Cirebon yang memiliki pengetahuan dan kompetensi dasar dalam melatih. Mereka nantinya tidak hanya memahami teknik dan taktik permainan, tetapi juga mampu membangun karakter serta memberikan pembinaan yang tepat kepada pemain sejak usia dini,” katanya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Firman Hidayahtulah M S.Kom. mengatakan kursus tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi sarana memperoleh lisensi, tetapi benar-benar memberikan bekal yang dapat diterapkan peserta ketika kembali melatih di klub atau SSB masing-masing.

Peningkatan kapasitas pelatih menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem sepak bola Kabupaten Cirebon yang sehat, terarah, dan berkelanjutan.

Sinergi PSSI dan Prodi Ilmu Keolahragaan UMC diharapkan semakin memperkuat fondasi pembinaan sepak bola daerah sekaligus menyiapkan generasi pemain yang mampu membawa nama Kabupaten Cirebon meraih prestasi hingga tingkat nasional.