TCLS Profesi Ners Fikes UMC, Asah Kesiapsiagaan Calon Perawat Hadapi Situasi Kritis

TCLS Profesi Ners Fikes UMC, Asah Kesiapsiagaan Calon Perawat Hadapi Situasi Kritis

UMCPRESS.ID - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) melalui Program Studi Profesi Ners menggelarTrauma and Cardiac Life Support (TCLS) pada 11–13 September 2026. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, di Aula Fikes UMC.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Profesi Ners dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya penanganan kasus trauma dan gangguan jantung yang membutuhkan respons cepat, tepat, dan terukur.

Dekan Fikes UMC, Uus Husni Mahmud, S.Kp., M.Si., mengatakan pelaksanaan TCLS merupakan bagian penting dalam penguatan kompetensi mahasiswa Profesi Ners sebelum memasuki dunia pelayanan kesehatan.

“Mahasiswa Profesi Ners tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan secara akademik, tetapi juga harus memiliki keterampilan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. TCLS menjadi bagian dari upaya kami untuk mempersiapkan mahasiswa agar lebih kompeten dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada pasien,” kata Uus.

Menurutnya, kemampuan menghadapi situasi kritis merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki tenaga keperawatan. Dalam kondisi kegawatdaruratan, kecepatan mengambil keputusan harus didukung dengan pengetahuan, keterampilan, ketelitian, serta kemampuan bekerja dalam tim.

Dalam kegiatan tersebut, Fikes UMC menghadirkan dua narasumber dari Medical Service Training 119, yakni Fery Lutfi, S.Kep., Ners. dan Roheman, S.Kep., Ners., M.Kep., M.A.R.S.

Kedua narasumber memberikan pembekalan kepada peserta terkait penanganan trauma dan kegawatdaruratan jantung. Materi yang diberikan diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengenali kondisi pasien, menentukan prioritas tindakan, serta memberikan respons sesuai prosedur dan kompetensi profesional.

Uus menambahkan, kegiatan TCLS juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama proses pendidikan dengan kebutuhan nyata di lingkungan pelayanan kesehatan.

“Harapannya, mahasiswa mampu membawa kompetensi yang diperoleh dalam kegiatan ini ke lingkungan klinis. Mereka harus memiliki kesiapan, ketenangan, dan ketepatan dalam memberikan tindakan ketika menghadapi pasien dalam kondisi kritis,” ujarnya.

Pelaksanaan TCLS selama tiga hari tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Fikes UMC dalam meningkatkan kualitas pendidikan profesi keperawatan. Penguatan kompetensi mahasiswa dilakukan tidak hanya melalui pembelajaran teoritis, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan pengalaman dan keterampilan praktis.

Program Studi Profesi Ners Fikes UMC berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan sekaligus mendukung lahirnya lulusan yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.