Selamat! PG-PAUD FKIP UMC Raih Predikat Akreditasi Unggul

Selamat! PG-PAUD FKIP UMC Raih Predikat Akreditasi Unggul
Dekan FKIP UMC, Dr. Dewi Nurdiyanti (umcpress.id)

UMCPRESS.ID - Program Studi Sarjana (S1) Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) berhasil meraih akreditasi “UNGGUL” yang dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Penetapan predikat akreditasi Unggul ini berdasarkan Surat Keputusan Nomor 566/SK/LAMDIK/Ak/S/V/2024.

Dekan FKIP UMC, Dr. Dewi Nurdiyanti, M.Pd mengungkapkan, pencapaian Unggul yang diraih oleh PG-PAUD merupakan hasil dari kerja sama dan dukungan luar biasa seluruh pihak baik pimpinan Universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa hingga alumni.

Pencapaian ini, kata Dewi, membuktikan bahwa PG-PAUD mencetak guru pendidikan anak usia dini yang berkualitas lewat program studi yang terakreditasi Unggul, sehingga menjamin kompetensi para sarjana tenaga pendidik yang dihasilkan.

"Alhamdulillah, Program Studi Pendidikan Guru PAUD telah meraih akreditasi Unggul oleh (LAMDIK). Haturnuhun kepada semua pihak, " ucap Dewi.

Sementara itu, Kaprodi PG-PAUD UMC, Dr. Cucu, Sopiah M.Pd mengaku bangga atas prestasi yang membanggakan ini. Betapa tidak, kerja keras meraih predikat unggul tak lepas dari dukngan seluruh pihak.

Menurut Cucu, hasil akreditasi Unggul mesti disyukuri sebagai anugerah dari Allah SWT dan menjadi motivasi serta memacu semangat untuk lebih berprestasi, terutama dalam implementasi Tri Dharma, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian Kepada Masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak,Kepala Lamdik, Tim Asesor, Rektor UMC, para Warek, Dekan FKIP, Wadek FKIP, Bapak/Ibu Kaprodi di FKIP, dosen-dosen PG-PAUD, tendik, mahasiswa,alumni dan mitra yang sudah bahu-membahu meraih akreditasi yang diharapan sekian lama," ucap Cucu.

Cucu juga berpesan agar capaian ini tidak membuat puas diri, karena tugas kedepan adalah  mempertahankan akreditasi keunggulan, maka  prodi harus memenuhi standar yang tinggi yang ditetapkan oleh badan akreditasi, mencakup aspek seperti kualitas pendidikan, fasilitas, dosen, kurikulum, dan dukungan mahasiswa.

" kita menyadari bahwa meraih keunggulan butuh kerja keras, tapi mempertahakan jauh lebih kerja keras lagi. Capaian ini tidak serta merta membuat puas diri, karena quality maintenance ini yang harus jadi concern Utama," ujar Cucu. 

Lebih lanjut,  Cucu bertekad, prodi kedepannya harus mengalokasikan sumber daya tambahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan. Hal ini bisa meliputi investasi dalam pengembangan staf, perbaikan infrastruktur, pengadaan peralatan atau teknologi terbaru, atau peningkatan program penelitian dan pengembangan.

Selain itu, Cucu kembli mengingatkan, mempertahankan akreditasi keunggulan juga memerlukan evaluasi terus-menerus terhadap semua aspek seperti kinerja dosen, efektivitas kurikulum, dan lain-lain.

"Proses evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan ini membutuhkan waktu dan upaya yang signifikan," pungkas cucu.