Ketua BPH UMC Ungkap Makna Filosofis Islam Berkemajuan
UMCPRESS.ID - Penguatan nilai-nilai keagamaan dan pembentukan karakter insan akademis kembali menjadi perhatian utama dalam agenda Pengajian Civitas Academica Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Dalam forum kajian akademis yang diselenggarakan pada Sabtu (25/7/2026) tersebut, dipaparkan secara mendalam mengenai aktualisasi Risalah Islam Berkemajuan sebagai fondasi utama dalam merespons tantangan zaman serta membentuk karakter civitas akademika di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap Risalah Islam Berkemajuan dalam momen pengajian ini.
"Islam Berkemajuan bukan sekadar teori, melainkan landasan moral dan ilmu untuk membentuk karakter sivitas akademika UMC agar senantiasa menebar maslahat serta rahmat bagi seluruh alam secara nyata," ujar Prof. Gunawan.
Ia menyampaikan bahwa konsep ini merupakan produk pemikiran akademik yang dirancang untuk membumikan ajaran Islam. Konsep ini mengusung keyakinan fundamental bahwa Islam adalah agama yang senantiasa mengarahkan umatnya menuju kemajuan dalam seluruh dimensi kehidupan.
Oleh karena itu, segenap pimpinan, warga Muhammadiyah, hingga akademisi mengemban tanggung jawab moral untuk memperkuat nilai-nilai kemajuan tersebut, baik dalam kehidupan pribadi, berorganisasi, bermasyarakat, hingga tataran berbangsa dan kemanusiaan universal.
Secara konseptual, Risalah Islam Berkemajuan ditopang oleh tiga pilar utama, yakni Ciri, Manhaj, dan Ragam Gerakan. Landasan pergerakannya berakar kuat pada prinsip Tauhid, bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta terus menghidupkan spirit ijtihad dan pembaharuan (tajdid). Selain itu, ideologi ini senantiasa mengedepankan dan menyebarluaskan nilai moderasi (Wasathiyah) demi mewujudkan misi ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil 'alamin).
Dari sisi metodologi pemikiran (Manhaj), Risalah Islam Berkemajuan merumuskan pandangan hidup yang adaptif namun tetap substantif. Pendekatan ini meyakini dimensi ajaran Islam secara komprehensif yang mencakup akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah. Pembahasannya mengintegrasikan tiga pendekatan terpadu, yaitu berbasis teks (bayani), akal pikiran (burhani), dan intuisi (irfani). Metodologi ini juga mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal, bersikap terbuka pada ijtihad, toleran terhadap perbedaan tanpa berafiliasi kaku pada mazhab tertentu, serta memandang manusia sebagai makhluk yang mulia.
Dalam konteks pembentukan karakter di perguruan tinggi seperti UMC, kerangka berpikir ini mendudukkan manusia sebagai makhluk sosial yang dibekali potensi cipta, karsa, dan karya. Melalui pendekatan analisis deskriptif, komparatif, dan eksplanatif yang diselaraskan dengan Al-Qur'an serta Sunnah Rasul, pemikiran ini bertujuan membentuk nilai, sikap, dan pola hidup Islami yang nyata bagi mahasiswa maupun dosen. Perpaduan antara kemajuan sains, teknologi, pemikiran kritis, dan keteguhan iman yang digaungkan diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang berkontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat luas.
Suasana kehangatan dan kebersamaan pun makin terasa menjelang penghujung acara. Kegiatan pengajian ini diakhiri dengan menikmati hidangan soto betawi bersama, yang tak hanya memanjakan lidah tetapi juga semakin mempererat tali silaturahmi serta menambah keakraban antar sesama civitas akademika UMC.