BI dan Tax Center FEB UMC Gelar Training of Trainers Aplikasi SiApik

BI dan Tax Center FEB UMC Gelar Training of Trainers Aplikasi SiApik

UMCPRESS,ID - Semangat literasi keuangan dan penguatan kapasitas pelaku usaha mikro kembali bergema di lingkungan kampus. Tax Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon (FEB UMC) bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menggelar Training of Trainers (ToT) Aplikasi SiApik, Selasa (27/1/2026), pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini menjadi ruang temu antara akademisi dan otoritas moneter dalam mendorong tata kelola keuangan UMKM yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Aplikasi SiApik—Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan—diperkenalkan sebagai instrumen praktis untuk membantu pelaku usaha melakukan pencatatan keuangan secara sederhana namun sistematis.

Dekan FEB UMC, Dr. Asep Gunawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Kampus tidak boleh berhenti pada ruang-ruang teori. Ia harus hadir di tengah denyut nadi ekonomi rakyat, memberi solusi nyata,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan teknis, melainkan proses kaderisasi instruktur yang kelak akan menjadi penggerak literasi keuangan di tengah masyarakat. Dengan model Training of Trainers, para dosen dan pengelola Tax Center dipersiapkan untuk melatih kembali mahasiswa maupun pelaku UMKM secara berkelanjutan.

Kaprodi Akuntansi FEB UMC, Mohammad Taufik Aziz, S.E., M.Si., Akt., menyampaikan bahwa penguasaan aplikasi SiApik selaras dengan kebutuhan riil dunia usaha saat ini. Pencatatan keuangan yang rapi, kata dia, menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk mengakses pembiayaan perbankan dan memperluas skala usaha. “Banyak UMKM tumbuh dengan semangat, tetapi belum ditopang administrasi keuangan yang memadai. Di sinilah SiApik menjembatani,” tuturnya.

Senada dengan itu, Kaprodi Manajemen, Puspa Dewi Yulianti, M.M., melihat kegiatan ini sebagai momentum integrasi kurikulum dengan praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya memahami manajemen secara konseptual, tetapi juga terlibat langsung dalam pendampingan usaha berbasis digital.

Ketua Tax Center FEB UMC, Rinni Indriyani, SST., M.Tr.Bns., menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima paparan materi dari tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, tetapi juga melakukan simulasi pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi, hingga evaluasi arus kas menggunakan aplikasi SiApik.

Sepanjang sesi, diskusi mengalir hangat. Pertanyaan demi pertanyaan mencerminkan kesadaran baru bahwa literasi keuangan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Aplikasi yang dirancang sederhana itu justru membuka cakrawala: bahwa disiplin pencatatan adalah awal dari keberlanjutan usaha.

Melalui kegiatan ini, FEB UMC meneguhkan komitmennya menjadi mitra strategis dalam penguatan ekonomi daerah. Sinergi antara dunia akademik dan Bank Indonesia diharapkan terus berlanjut, membangun ekosistem UMKM yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di tengah arus transformasi digital yang kian deras.