Implementasi MoU ASPIKOM–ACWA, UMC Ikuti Diskusi Global tentang AI dalam Pendidikan

Implementasi MoU ASPIKOM–ACWA, UMC Ikuti Diskusi Global tentang AI dalam Pendidikan

UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui partisipasi dalam kegiatan Global Virtual Roundtable bertema “AI in Education: A Double-Edged Sword” yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026. Kegiatan yang mempertemukan akademisi dan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara tersebut menjadi salah satu implementasi nyata dari kerja sama antara Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) dan Association for Collaboration in Worldwide Academia (ACWA) yang sebelumnya ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Forum internasional yang diselenggarakan oleh Washington University of Science and Technology (WUST), Amerika Serikat, bersama ACWA dan sejumlah mitra global ini membahas berbagai peluang, tantangan, serta strategi pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence atau AI) dalam dunia pendidikan tinggi. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan negara-negara Asia Tengah sebagai bagian dari penguatan kolaborasi akademik lintas negara.

UMC dalam kegiatan ini diwakili oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMC, Drs. H. Subhan, M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UMC, Ida Riaeni, S.Sos., M.I.Kom., serta Gugus Kendali Mutu Fakultas (GKMF) FISIP UMC yang juga merupakan dosen Program Studi Hubungan Masyarakat FISIP UMC, M. Iqbal Manshur, S.Si., M.I.Kom.

Partisipasi UMC dalam forum tersebut menjadi tindak lanjut konkret dari kerja sama ASPIKOM–ACWA yang membuka akses bagi perguruan tinggi anggota untuk terlibat dalam berbagai program akademik internasional, mulai dari diskusi ilmiah, penelitian kolaboratif, publikasi bersama, hingga pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Sebelumnya, UMC turut ambil bagian dalam kegiatan MoU Signing and International Community Service Program yang diselenggarakan oleh ASPIKOM bekerja sama dengan ACWA di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta membuka peluang kolaborasi global di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Ketua Umum ASPIKOM, Anang Sujoko, bersama perwakilan ACWA, Sukhrov Babaev. Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 44 perguruan tinggi anggota ASPIKOM, termasuk Universitas Muhammadiyah Cirebon, berkesempatan mengembangkan kemitraan dengan sejumlah universitas internasional yang tergabung dalam jaringan ACWA, khususnya dari kawasan Asia Tengah.

Beberapa perguruan tinggi yang menjadi bagian dari jejaring ACWA di antaranya Washington University of Science and Technology, Tashkent University, Zarmed University Uzbekistan, Esil University, Silk Road International University, Kokand State University, Asia International University, serta Samarkand International University of Technology.

Dalam rangkaian kolaborasi tersebut, peserta juga memperoleh berbagai informasi mengenai peluang kerja sama internasional yang ditawarkan ACWA. Materi disampaikan oleh Bobur Sobirov, Ph.D., dari Samarkand International University of Technology yang menjelaskan peran ACWA sebagai platform akademik global yang berfokus pada pengembangan kerja sama pendidikan tinggi, riset kolaboratif, publikasi ilmiah, konferensi internasional, hingga peningkatan kapasitas akademik.

Global Virtual Roundtable yang diikuti UMC menjadi salah satu bentuk implementasi langsung dari kolaborasi tersebut. Dalam diskusi, para akademisi membahas pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, hingga tata kelola pendidikan tinggi. Selain membahas peluang peningkatan produktivitas akademik melalui AI, forum ini juga mengangkat berbagai tantangan terkait etika penggunaan teknologi, integritas akademik, serta kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi transformasi digital.

Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, UMC memperoleh wawasan baru mengenai praktik dan kebijakan pemanfaatan AI di berbagai negara, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran akademik, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Keikutsertaan UMC dalam agenda internasional tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik sivitas akademika, memperluas jejaring kerja sama global, serta meningkatkan daya saing institusi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital. Melalui sinergi yang dibangun bersama ASPIKOM dan ACWA, Universitas Muhammadiyah Cirebon terus berupaya menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan berorientasi pada kolaborasi internasional yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat