UMC Perluas Akses Kerja Lulusan hingga Luar Negeri, Pusat Karier Perkuat Jejaring Industri
UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus memperluas akses mahasiswa dan lulusan menuju dunia kerja. Melalui Biro Kemahasiswaan, Pusat Karier dan Alumni, UMC tidak hanya memfasilitasi lulusan memperoleh pekerjaan di dalam negeri, tetapi juga membuka peluang pemagangan hingga ke luar negeri.
Komitmen tersebut mengemuka dalam partisipasi UMC pada 2026 China-Indonesia School-Enterprise Cooperation Summit, forum yang mempertemukan unsur pendidikan dan industri untuk memperkuat kolaborasi Indonesia-China.
Ketua Pusat Karier dan Alumni UMC, Tri Budi Prasetyo, ST, M.Si, mengatakan penguatan jejaring dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam memastikan lulusan memiliki akses lebih luas terhadap kesempatan kerja.
“Biro Kemahasiswaan, Pusat Karier dan Alumni terus berusaha memfasilitasi lulusan UM Cirebon siap kerja dan juga pemagangan, tidak hanya di dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri,” ujar Tri Budi Prasetyo, Sabtu (19/09).
Menurutnya, UMC juga memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) yang berada di bawah pembinaan Dinas Tenaga Kerja. Keberadaan BKK menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami pun punya Bursa Kerja Khusus di bawah Dinas Tenaga Kerja,” katanya.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor III UMC, Dr. Bagus Nurul Iman. Ia menuturkan bahwa penguatan layanan karier merupakan bagian dari komitmen UMC dalam memastikan mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga memiliki kesiapan menghadapi dunia profesional.
Menurut Bagus, hubungan antara kampus dan dunia industri perlu terus diperkuat agar mahasiswa memperoleh pengalaman serta akses terhadap peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka. Karena itu, berbagai jejaring kerja sama menjadi penting untuk membuka ruang pengembangan karier mahasiswa dan lulusan.
“Pendidikan tinggi harus mampu menghubungkan kompetensi yang diperoleh mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, jejaring dengan industri, termasuk peluang pemagangan dan kerja di luar negeri, terus kami dorong,” tutur Bagus.
Ia menambahkan, keterlibatan UMC dalam forum kerja sama pendidikan dan industri Indonesia-China menjadi momentum untuk memperluas jejaring sekaligus membuka peluang baru bagi mahasiswa dan lulusan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan karier di UMC tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Kampus berupaya menghadirkan ekosistem yang menghubungkan pendidikan, kompetensi, pengalaman profesional dan kebutuhan industri.
Kehadiran Pusat Karier dan Alumni serta BKK menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Mahasiswa didorong tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kesiapan memasuki dunia kerja melalui pengalaman, informasi lowongan, pemagangan dan jejaring profesional.
Pesan tersebut sekaligus memperkuat promosi UMC kepada calon mahasiswa melalui semangat #LangsungKerja.
“Mau kuliah ke UM Cirebon aja,” menjadi pesan penutup dalam unggahan tersebut, disertai informasi penerimaan mahasiswa baru UMC.
Dengan penguatan Pusat Karier, Alumni, BKK dan jejaring industri, UMC terus mendorong terciptanya akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan untuk memasuki dunia profesional, baik di dalam negeri maupun mancanegara.