Prodi IPA FKIP UMC Raih Predikat Unggul, Bukti Kerja Kolektif dan Komitmen Mutu Berkelanjutan

Prodi IPA FKIP UMC Raih Predikat Unggul, Bukti Kerja Kolektif dan Komitmen Mutu Berkelanjutan

UMCPRESS.ID -  Kabar membanggakan datang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Program Studi Pendidikan IPA resmi meraih predikat Unggul, sebuah capaian prestisius yang menegaskan kualitas tata kelola, akademik, serta kontribusi tridarma perguruan tinggi yang terus bertumbuh dan menguat.

Predikat ini bukan sekadar label administratif, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang ditempa oleh kerja keras, kolaborasi, dan konsistensi seluruh elemen program studi. Di baliknya, ada dedikasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta dukungan penuh pimpinan universitas yang berjalan seirama.

Dekan FKIP UMC, Dr. Hj. Fikriyah, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat Unggul bukanlah proses instan.

“Selamat dan sukses atas capaian Prodi IPA meraih predikat Unggul. Ini adalah hasil perjuangan yang panjang dan tidak mudah. Namun yang lebih sulit adalah mempertahankannya. Karena itu, komitmen mutu harus terus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, predikat Unggul harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas layanan akademik, memperkuat budaya mutu, serta memastikan lulusan yang dihasilkan benar-benar kompeten dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Rektor UMC, Arif Nurdin MT, turut memberikan penegasan strategis. Ia mengingatkan agar seluruh sivitas akademika tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut.

“Jangan cepat puas. Predikat Unggul harus menjadi titik awal untuk melahirkan lebih banyak inovasi. Kerja sama memang penting, tetapi implementasi dan dampaknya harus diperkuat. Jangan hanya rajin menandatangani MoU, yang lebih penting adalah realisasi dan kebermanfaatannya,” tegasnya.

Rektor menambahkan bahwa era kompetisi global menuntut program studi untuk adaptif, responsif, dan kreatif dalam mengembangkan kurikulum, riset, serta jejaring kemitraan berbasis kebutuhan nyata.

Sementara itu, Kaprodi IPA, Rinto, M.Pd, menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja kolektif. Ia menolak anggapan bahwa capaian tersebut lahir dari peran individu semata.

“Ini adalah kerja bersama. Tidak ada yang superman, yang ada adalah supertim. Semua bergerak dalam satu visi, saling menguatkan, dan saling melengkapi,” ungkapnya.

Rinto menyatakan bahwa ke depan, Prodi IPA akan terus memperkuat budaya akademik yang kolaboratif, memperluas inovasi pembelajaran, serta meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat.

Wakil Rektor III UMC,Dr. Bagus Nurul Iman, juga memberikan motivasi agar capaian Unggul tidak berhenti sebagai seremoni. Ia mendorong dosen untuk terus meningkatkan produktivitas karya ilmiah dan semangat penelitian.

“Karya-karya dosen harus semakin bertumbuh. Semangat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan. Predikat Unggul adalah tanggung jawab untuk terus unggul,” ujarnya.

Dengan semangat kolektif dan visi yang terarah, Prodi IPA FKIP UMC kini melangkah lebih mantap. Predikat Unggul bukanlah garis akhir, melainkan gerbang baru menuju kualitas yang lebih tinggi sebuah komitmen untuk terus menyalakan cahaya ilmu, membentuk pendidik masa depan, dan memberi makna bagi masyarakat.