UMC Jadikan Baitul Arqam Fondasi Pengarusutamaan AIK

UMC Jadikan Baitul Arqam Fondasi Pengarusutamaan AIK

UMCPRESS.ID - Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar perkaderan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Peneguhan Ideologi Dan Pengarusutamaan Al Islam Dan Kemuhammadiyahan" ini berlangsung selama tiga hari, Sabtu hingga Senin, 3–5 Oktober 2026, bertempat di Ruang Meeting FKIP UMC.

Diikuti sebanyak 66 peserta, perkaderan ini dirancang sebagai proses pembelajaran untuk penanaman, peneguhan ideologi, serta pewarisan nilai-nilai bermuhammadiyahan. Pendekatan yang digunakan menerapkan model pembelajaran orang dewasa (andragogi) secara aktif, partisipatif, dan dialogis guna mendorong perubahan sikap, pengetahuan, serta perbuatan yang berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., serta Ketua MPK PP Muhammadiyah, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merefleksikan peran historis sekaligus memetakan langkah masa depan Muhammadiyah di tengah pesatnya dinamika global.

Hadir menyampaikan materi pemantik bertajuk "PTM Sebagai Media Dakwah Dan Kaderisasi", Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMC, Prof. Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., IPM., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai AIK. Dalam pandangannya, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) memegang peran sentral bukan sekadar sebagai tempat transformasi ilmu akademis, melainkan pusat dakwah dan pengkaderan utama untuk mencetak sumber daya manusia berkarakter kuat.

Rangkaian kegiatan juga diisi deretan materi berbobot, seperti "Hakikat Islam: Peran Tauhid dalam Kehidupan" oleh Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag., serta "Metode Pemahaman Agama Islam" oleh Ketua PDM Kabupaten Cirebon, Novan Hardiyanto, MM. Selain itu, peserta dibekali materi "Tuntunan Ibadah Sesuai Tarjih", "Manhaj Tarjih Muhammadiyah", "Profil Kader Dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah", hingga "Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM)".

Guna mempererat kebersamaan dan spiritualitas, peserta turut mengikuti aktivitas outbound (low impact), refleksi, tadarus Fathul Qulub, qiyamullail, hingga kajian subuh. Melalui Baitul Arqam ini, UMC berkomitmen menjadikan ajaran AIK sebagai pengarusutamaan karakter serta pedoman hidup seluruh warga kampus dalam mencetak generasi pencerah peradaban.