Di MATAF 2026, FAI UMC Sambut Mahasiswa Baru, Siapkan Generasi Ahmad Dahlan Muda

Di MATAF 2026, FAI UMC Sambut  Mahasiswa Baru, Siapkan Generasi Ahmad Dahlan Muda

UMCPRESS.ID - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Cirebon (FAI UMC) menggelar Masa Taaruf (Mataf) 2026 bagi 76 mahasiswa baru di Meeting Room Convention Hall UMC, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menekankan penguatan nilai agama, motivasi belajar, serta kesiapan mahasiswa berkontribusi dalam menjawab persoalan keumatan.

Peserta berasal dari Program Studi S1 Tasawuf dan Psikoterapi serta S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menjadi FAI Berkemajuan: Berakar pada Nilai Bertumbuh dalam Nilai Berdampak pada Peradaban” sebagai arah pengenalan mahasiswa terhadap kehidupan akademik dan pengabdian.

Wakil Rektor III UMC, Dr. Bagus Nurul Iman, M.Pd., membuka kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran mahasiswa baru yang telah memilih UMC sebagai tempat belajar sekaligus memperjuangkan masa depan melalui pendidikan tinggi.

“Selamat datang di UMC. Terima kasih telah menjadikan UMC sebagai arena perjuangan untuk mewujudkan masa depan,” ujar Bagus dalam sambutannya di hadapan mahasiswa baru FAI.

Bagus mengingatkan bahwa mahasiswa perlu memiliki motivasi dan keteguhan selama menjalani perkuliahan. Menurutnya, semangat tersebut menjadi bekal untuk mengikuti proses pembelajaran, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus memiliki motivasi dan keteguhan dalam menjalani perkuliahan. FAI harus bisa menjadi laboratorium keilmuan berbasis agama,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi keilmuan dalam pengabdian. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama kuliah diharapkan dapat diterapkan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Mahasiswa harus mampu mengabdi dengan kolaborasi keilmuan di masyarakat,” kata Bagus.

Dekan FAI UMC, Associate Prof. Aip Syarifuddin, M.Pd.I., menyampaikan harapannya terhadap peran mahasiswa baru dalam menghadapi persoalan keumatan pada masa mendatang. Ia melihat para mahasiswa sebagai generasi Ahmad Dahlan muda yang perlu mempersiapkan diri untuk menghadirkan solusi.

“Inilah generasi Ahmad Dahlan muda yang siap menghadirkan solusi dan mampu menghadapi beragam persoalan keumatan ke depan,” ujar Aip.

Harapan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai calon penggerak yang perlu mengembangkan penguasaan ilmu sekaligus kepekaan terhadap persoalan umat. Melalui pendidikan di FAI, mahasiswa diharapkan memiliki bekal untuk menghubungkan pengetahuan agama dengan kebutuhan masyarakat.

Aip menjelaskan bahwa program studi di FAI UMC masih berbasis keilmuan terapan. Orientasi tersebut menjadi dasar untuk mendorong mahasiswa memahami penerapan ilmu sesuai bidang studi yang mereka pilih.

“Program studi di FAI UMC masih berbasis keilmuan terapan,” jelasnya.

Dengan arah tersebut, mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir diharapkan mampu mengembangkan kapasitas akademik selama menempuh pendidikan. Penguasaan ilmu menjadi bekal untuk merespons persoalan keumatan dan menjalankan pengabdian secara relevan.

Melalui Mataf 2026, FAI UMC memperkenalkan arah pendidikan yang berakar pada nilai agama dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat. Sebanyak 76 mahasiswa baru memulai perjalanan akademik dengan dorongan untuk belajar, berkolaborasi, dan mempersiapkan kontribusi bagi kehidupan umat.